Kota Jayapura “dikepung” air karena hujan

PAPUAunik – Hujan deras sejak Kamis (06/01) malam hingga Jumat (07/01) dini hari di Kota Jayapura dan sekitarnya menyebabkan air mengepung Ibu Kota Provinsi Papua itu.

Pantauan di lapangan, sejumlah titik atau lokasi di kota yang berada di dalam Teluk Humbold itu tergenang air, seperti di jalan raya menuju ke arah Kelurahan Bhayangkara, Distrik Jayapura Utara, atau tepat di depan BPS Provinsi Papua air meluap ke jalan seperti anak sungai, bahkan tak jauh dari lokasi itu ada pohon tumbang ke tengah jalan.

Para pengguna jalan raya, baik roda empat dan roda dua terlihat berhati-hati saat melintas kawasan tersebut.

Di Jalan Soa Siu, atau tepat di Kantor KPU Provinsi Papua dan Kantor Gubernur Papua air meluap ke jalan utama hingga 5O CM, membuat sejumlah kendaraan memutar haluan. Air setinggi ini sejauh 100 meter lebih.

Tak jauh dari situ, tepat di depan SPBU dekat GOR Cenderawasih, air meluap ketengah jalan, padahal tak jauh dari situ ada jembatan kecil yang menandakan ada kali atau sungai kecil, namun air memilih jalan raya untuk mengalir.

Didepan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) juga terlihat sama, air mulai meluap ke jalan.

Lanjut ke arah Polimak, naik dari arah SPBU terlihat pohon tumbang hingga ke jalan, tepat di arah menanjak. Pohon tumbang itu sepertinya disertai material batu dan tanah.

Tepat di pertigaan Toyota, tak jauh dari Kantor Kelurahan Ardipura, Distrik Jayapura Selatan air meluap bak sungai kecil sedang pasang. Padahal kawasan itu merupakan tempat ketinggian.

Di depan PTC Entrop, juga demikian antrian panjang kendaraan roda empat terlihat, karena air telah meninggi. “Harus lewat ring road pak,” kata salah satu warga disekitar itu.

Meki (45), warga Abepura yang hendak pulang ke rumah mengaku harus menepi karena motornya mogok akibat air pasang di kawasan yang biasanya menjadi tempat kumpul anak muda saat malam minggu.

“Ini kalau hujan terus sampai pagi, berarti Kota Jayapura banjir. Air kepung sana-sini,” kata Meki.

Sementara itu pada http://www.bmkg.go.id disiarkan Update Peringatan Dini Cuaca Provinsi Papua, 6 Januari 2022, Pukul 22.25 WIT.

Dimana masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang sesaat pada pukul 22.30 WIT

Di Kota Jayapura meliputi Distrik Jayapura Utara, Muara Tami, Jayapura Selatan, Abepura, Heram dan sekitarnya. Di Kabupaten Keerom, meliputi Distik Skanto, Arso Timur, Arso, Waris, Senggi, dan sekitarnya. Di Kabupaten Jayapura meliputi Distrik Nimbokrang, Namblong, Nimboran, Demta, Yokari, Sentani, dan sekitarnya Di Kabupaten Merauke meliputi Merauke, Naukenjerai, Muting dan sekitarnya.

Dan dapat meluas ke wilayah Kabupaten Keerom meliputi Distik Web, Towe dan sekitarnya, Kabupaten Jayapura meliputi Distrik Ravenirara, Sentani Timur dan Yapsi. Di Kabupaten Merauke meliputi Distrik Sota, Elikobel dan sekitarnya.

Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga Pukul 00.15 WIT

BMKG pun menyerukan himbauan agar masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (hujan lebat disertai kilat/petir dan diikuti angin kencang, dll) dan dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

“Mohon bantuan kepada BPBD/Pihak Terkait dapat meminta kepada Masyarakat untuk menjauh dari bantaran sungai, tubuh air atau wilayah rawan banjir, serta lereng yang rawan longsor,” demikian BMKG Papua.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

32 − = 26