Polisi selidiki kasus kebakaran penginapan di Dogiyai

PAPUAunik – Polsek Kamuu, Polres Nabire tengah menyelidiki kasus kebakaran sebuah penginapan dan beberapa bangunan lainnya di Jalan Trans Nabire-Paniai, Kampung Ekimanida, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, yang terjadi pada Minggu (02/0) dini hari sekitar pukul 02.01 WIT.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H. mengatakan dari kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa, untuk kerugian materiil masih dilakukan pendataan oleh anggota di lapangan.

“Untuk penyebab terjadinya kebakaran masih dilakukan penyelidikan oleh anggota Polsek Kamuu dibackup oleh tim Inavis Polres Nabire,” katanya di Jayapura, Senin (03/01).

Mengenai kronologi peristiwa kebakaran itu, Kamal menjelaskan bahwa dari keterangan saksi atas nama Jeck, bahwa saat itu melihat adanya api dari penginapan milik saudara Malondong.

“Melihat kejadian tersebut saksi spontanitas berteriak meminta pertolongan kepada warga dan langsung membangunkan orang-orang yang tinggal di sekitar penginapan. Namun bangunan yang terbuat dari semi permanen membuat api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan disebelahnya,” katanya.

Sekitar Pukul 02.17 WIT anggota Polsek Kamuu di backup Satgas Brimob Moanemani dan yang mendapat laporan dari warga bahwa telah terjadi kebakaran langsung mendatangi TKP.

“Setibanya di TKP anggota langsung melakukan pengamanan di arel TKP kebakaran dan bersama-sama warga memadamkan api dengan alat seadanya. Pukul 03.50 WIT api berhasil dipadamkan,” jelasnya.

Terkait pemilik penginapan atau identitas korban di antaranya Malondong (65), Jeck (50), Rusli (47) dan Nasir (50). Untuk saksi adalah Jeck (50).

“Kerugian materiil yaitu satu unit penginapan dan tujuh unit kios. Langkah-langkah Kepolisian yakni menerima laporan, mendatangi TKP, mengamankan TKP, membantu memadamkan api, melakukan penyelidikan dan penyidikan. Kasus tersebut dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Kamuu Polres Nabire,” bebernya.

Melihat hal ini, Kamal mengimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati dalam penggunaan alat elektronik seperti penggunaan cas pada handphone, agar dipastikan dalam kondisi layak serta memperhatikan instalasi listrik untuk mencegah korsleting arus listrik, karena hal-hal tersebut rawan sebagai penyebab terjadinya kebakaran.

“Harapannya agar warga lebih berhati-hati, selalu waspada terkait hal ini,” katanya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + 2 =