Refleksi dan Catatan Akhir Tahun 2021 Intelektual Jayawijaya

Gambaran kondisi secara umum Kabupaten Jayawijaya dibawah kepemimpinan Bupati John Banua – Marten Yogowi yang sejak semula sudah cacat hukum (karena pencalonan John Banua sejak awal dengan berbagai cara (politik machiavelli) untuk bisa masuk lolos bursa calon Bupati Jayawijaya setengah memaksa diri jadi Bupati dengan memborong seluruh Parpol (Partai Politik).

Dan itu sesungguhnya menabrak UU Otonomi Khusus dimana UU Otsus Nomor 21 mengamanatkan agar Propinsi Papua dan seluruh kota dan kabupaten di Papua agar “mengatur sendiri” daerahnya oleh putera daerah sendiri, sekali lagi, mengatur daerahnya oleh putera daerah sendiri, sebagai bagian dari proteksi politik oleh negara bagi Aceh dan Papua dengan mengabaikan aspek demokrasi dan lupa bahwa negara kita (Indonesia) menganut sistem demokrasi untuk jadi Bupati Kabupaten Jayawijaya di Kota Wamena secara terang-terangan tanpa malu John Banua kala itu jadi Wakil Bupati 10 tahun, memungkinkannya punya uang memborong membeli seluruh rekomendasi partai politik sebagai syarat agar lolos jadi Calon Bupati di Kabupaten Jayawijaya.

Padahal UU Otsus mensyaratkan aturan main secara khusus. Otonomi artinya mengatur sendiri yang itu artinya yang berhak menjadi Bupati Kabupaten Jayawijaya untuk mengatur daerah dan keuangan masyarakat Jayawijaya harus putera daerah yang berasal dari Jayawijaya sendiri bukan dari kabupaten lain yang tidak memahami dan mengerti adat budaya Jayawijaya dan karakter masyarakat Jayawijaya sama halnya Bupati John Banua saat ini.

Sebagai akibat buruk memaksakan diri secara inkonstitusional seperti itu oleh John Banua malahirkan dampak negatif. Wajar kalau kemudian gambaran umum Kota Wamena saat ini secara umum layanan seluruh sistem pemerintahan infrastruktur dan supra struktur Kabupaten Jayawijaya saat ini sangat rusak, benar-benar sangat buruk, sangat terbelakang, sangat mundur, sangat ammburadul-berantakan tanpa bentuk dan kotor, Bupati sangat minim prestasi, bahkan Kabupaten Jayawijaya saat ini sangat tinggi angka kematian, banyak orang mabuk, Jalan Irian jadi saksi bisu paling jorok dan kotor, harga-harga semua barang sangat mahal, Pom Bensin pemerintah sering tak beroperasi normal, harga BBM eceran sangat mahal dan langka, peredaran uang sangat terbatas.

Saya sarankan diforum terbuka ini agar dengan penuh kesadaran dan penuh tanggungjawab Saudara John Banua, sebagai Bupati Jayawijaya segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bupati, lebih baik, daripada wilayah ini semakin rusak tanpa bentuk. Jika memaksakan diri tetap jadi Bupati Jayawijaya itu sama artinya Saudara John Banua datang ke daerah orang lain hanya untuk merusak tatanan sosial kehidupan masyarakat Kabupaten Jayawijaya lebih rusak lagi.

Hal-hal buruk dan kelemahan Bupati John Banua saya catat sebagai berikut :

  1. Layanan BBM sangat buruk
  2. Layanan Internet sangat buruk
  3. Infrastruktur pembangunan jalan umum sangat buruk
  4. Pelayanan Listrik sangat buruk
  5. Fasilitas dan Pelayanan Kesehatan sangat buruk
  6. Penyediaan lapangan pekerjaan sangat buruk dan terbatas
  7. DPR Kabupaten Jayawijaya tidak berfungsi sama sekali
  8. Layanan pendidikan serta infrastruktur pendidikan secara umum Kabupaten Jayawijaya sangat buruk dan terbelakang
  9. Seluruh paket pekerjaan dan pengadaan paket pekerjaan semua atas intervensi Bupati Jayawijaya dan seluruhnya diborong oleh P
    perusahaan milik bupati dan keluarga Bupati John Banua
  10. Secara keseluruhan John Banua dan Marten Yogowi tak paham menyelengarakan sistem birokasi secara profesional dan bertanggangjawab.

Dari dasar catatan kegagalan Bupati John Banua hanya beberapa sektor ini menjadi alasan kuat dan lebih baik seluruh masyarakat Jayawijaya bersatu sudah saatnya mengusir John Banua dari Kabupaten Jayawijaya dan dipulangkan ke kampungnya di Serui sana karena terbukti John Banua dibalik seluruh kerusakan demi kerusakan dan kekacauan seluruh tatanan sistem berpemerintahan di Kabupaten Jayaeijaya. John Banua saat ini sebagai Bupati Jayawijaya pelaku utama perusak dan penghancur rakyat Jayawijaya dapat diusir dari Kota Wamena dipulangkan ke kampungnya di Kabupaten Serui.

SAVEJAYAWIJAYA

Oleh: Ustadz Ismail Asso

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

39 + = 48