Psywar Timnas Indonesia

Nama kapten Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam, trending di Twitter setelah kedapatan meledek pemain Timnas Singapura, Faris Ramli, yang gagal mengeksekusi penalti di leg II semifinal Piala AFF 2020. Dalam video yang beredar, Asnawi Mangkualam langsung menghampiri Faris Ramli yang gagal mengeksekusi penalti.

Saat itu, Asnawi Mangkualam seperti mengucapkan kata “Thank You” atau terima kasih kepada Faris. Sebab, jika bola sepakan Faris Ramli masuk, Timnas Singapura unggul 3-2 dan berpotensi besar memenangkan pertandingan, mengingat laga sudah memasuki menit 90.


Banyak netizen dan masyarakat Indonesia menganggap aksi Asnawai itu nyeleneh bahakan hanya sensasoinal semata,ini terbuti banyak meme yang bertebaran di sosial media .Justru saya melihatanya Timnas suda menemukan teknik moderen dari apa yang di sebut dengan psywar dari sebuah pertempuran dan pertandingan

Psywar

Psywar (Psychological Warfare) atau biasa disebut perang urat syaraf adalah suatu bentuk serangan propaganda yang dilancarkan dua atau lebih pihak yang saling bertentangan pendapat. Salah satu batasan akademiknya adalah “suatu tindakan yang dilancarkan menggunakan cara-cara psikologi dengan tujuan membangkitkan reaksi psikologis yang telah terancang terhadap orang lain”.

Psywar merupakan salah satu strategi yang sering digunakan dalam peperangan. Berbeda dengan perang-perang konvensional yang bermodalkan senjata atau berbagai peralatan fisik lainnya untuk mengalahkan musuh, Psywar memanfaatkan sisi psikologis dan pemikiran lawan agar bisa dipecah konsentrasinya.

Bagaimana tidak ?.Apa yang di lakukan oleh kapten Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam meledek pemain Timnas Singapura, Faris Ramli, yang gagal mengeksekusi penalti di leg II semifinal Piala AFF 2020 terbukti sangat efektif memanfaatkan sisi psikologis dan pemikiran lawan agar bisa dipecah konsentrasinya.

Itu sebabnya sering kali kita masih menganggap,semua pertandingan dan pertepuran hanya bisa di tentukan di lapangan hijau,pada hal kita abai terhadapa faktor yang menurut hemat saya yang tidak kalah penting apa yang di sebut dengan psywar .Dari pembahasan di atas Psywar merupakan strategi yang seringkali efektif sebagai cara memenangkan persaingan. Terlepas baik atau buruknya suatu tujuan yang mendasarinya, menjadi suatu nilai lebih apabila kita bisa menguasainya dalam berbagai hal (terlebih untuk tujuan yang baik dan bermanfaat).

Sekali lagi saya katakan bahwah apa yang di lakukan oleh Asnawi Mangkualam meledek pemain Timnas Singapura Faris Ramli yang gagal mengeksekusi penalti adalah puncak dari kemenangan tertinggi Timnas sesunggunya adalah tanpa memasukan bola ke gawan lawan (Siangapura).

Saat ini Timnas harus bergeser paradigma dalam bermain ,bahwah faktor psywar adalah puncak tertinggi dari kemenangan sesunggunya.Mengapa harus demikian? Karena Psywar dilakukan untuk menyerang titik pikiran manusia. Dimana kekalahan dalam berpikir dari manusia dianggap merupakan kekalahan dari political animal atau homo homini lupus tanpa harus melalui sebuah peperangan konvensional.

kita bisa ambil pelajaran bijak dari Sun Tzu
“Seni perang tertinggi adalah menaklukkan musuh tanpa berperang.”

Bravo Timnas Indonesia !

Oleh : Nasarudin Sili Luli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 7 = 2