Jemaat GKI Pniel Kotaraja ibadah Natal sesuai prokes

PAPUAunik – Jemaat GKI Pniel Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, pada Jumat (24/12) melaksanakan ibadah malam Natal dengan mengikuti protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Sebelum memasuki gereja jemaat diarahkan untuk mengukur suhu tubuh dan mencuci tangan, di dalam gedung juga diberikan jarak, dan tetap menggunakan masker.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano yang juga menghadiri ibadah malam Natal di Gereja GKI Pniel mengatakan ibadah kedua sekitar pukul 18.00 WIT yang dihadiri ribuan warga jemaat hingga memenuhi seluruh gedung.

“Gedung serbaguna dan juga di pelataran, yang di pasang tenda, ada juga yang berdiri. Ini karena suka cita menyambut Natal, dan tetap mengikuti prokes yang ketat,” jelasnya.

Benhur menegaskan walaupun sudah berada di zona hijau, dan sudah dinyatakan bahwa kota Jayapura sudah berada di level 1 harus dipertahankan.

Saat ini perhitungan hasil kerja dari pada TNI, Polri, Puskesmas, sehingga vaksin pertama sudah mencapai 76 persen dan vaksin kedua sudah 54 persen dan vaksin ketiga 0,45 persen, ini menambah kekebalan kelompok masyarakat yang ada di kota Jayapura dan juga masyarakat yang mengikuti prokes. Juga kesadaran masyarakat yang cukup tinggi sehingga kita bisa berada di zona hijau.

Benhur juga meminta berbagai pihak untuk mengantisipasi varian baru yang masuk yaitu Omicron.

“Kita harus antisipasi itu lewat pelabuhan, bandara, dan perbatasan. Harus mengajukan vaksin dua kali, dan juga harus melakukan rapid test, itu untuk di daerah perbatasan dan kota Jayapura.

“Saya minta juga kepada semua tokoh agama untuk melakukan sosialisasi, mari kita menjaga kota Jayapura tetap zona hijau sampai masuk di tahun baru, itu Januari 2022,” terangnya.

Untuk ibadah Natal semuanya berjalan dengan baik, lancar, aman dan damai. Sebelum ibadah, dilakukan pembersihan di dalam gedung dan di luar gedung.

“Pengamanan dilakukan oleh Brimob dan juga dari anak-anak HMI, ikut membantu menjaga parkiran, dan keamanan, ini menunjukkan toleransi, rukun umat beragama yang perlu kita pertahankan dan jaga bersama untuk membangun kota Jayapura, untuk kemuliaan Tuhan,” tutupnya.(Putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + = 19