Soal Peredaran Uang Palsu di Papua, Bank Indonesia Ingatkan Warga Soal 3D

PAPUAunik – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 di Provinsi Papua, dikhawatirkan ada oknum yang sengaja mengedarkan uang palsu.

Apalagi, aktivitas perekonomian masyarakat meningkat jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, yang mana pusat perbelanjaan ramai dikunjungi.

Banyak masyarakat pergi membelanjakan uangnya secara tunai untuk membeli kebutuhan selama perayaan natal.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga mengungkapkan peredaran uang palsu di wilayahnya relative rendah pada tahun 2021.

“Sampai dengan saat ini uang palsu di tahun 2021 relatif sangat rendah hanya 16 lembar yang ditemukan,” ungkapnya kepada media ini pada Rabu, 22 Desember 2021.

Temuan uang palsu itu dinilai sangat rendah setelah sosialisasi gencar dilakukan bekerjasama pihak kepolisian.

Melalui sosialisasi, masyarakat memahami tentang apa itu uang palsu serta bagaimana cirri-cirinya. Paling penting, bagaimana mengenai uang palsu.

Meski masih relatif rendah, Naek Tigor Sinaga tetap mengingatkan masyarakat agar mengenal betul keaslian uang rupiah.

“Tentunya sosialisasi tentang uang palsu akan membuat masyarakat semakin paham untuk mengenal keaslian uang rupiah. Sebagaimana kita ketahui 3D yakni dilihat, diraba dan diterawang saya rasa itu sudah cukup efektif,” ujarnya. (Rafiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

86 − 77 =