Tanggapi Penyebaran Varian Omicron, BI Papua : Dampaknya Tidak Separah Awal Pandemi

PAPUAunik – Baru-baru ini pemerintah mengumumkan virus Covid-19 varian Omicron terdeteksi di Indonesia. Mulai banyak yang menilai dampak dari varian Omicron di Indonesia akan menggangu pemulihan ekonomi Indonesia.

Namun tidak bagi Bank Indonesia Perwakilan Papua yang justru menilai dampaknya tidak akan separah awal pandemi Covid-19.

Kepala BI Perwakilan Indonesia, Naek Tigor Sinaga mengatakan perekonomian sempat terpuruk pada sejak awal pandemi Covid-19, setelah itu munculnya varian delta.

“Pada awal pandemi, perekonomian Indonesia terpuruk sampai mungkin di atas 5 persen minusnya. Setelah itu, ada varian delta,” jelasnya dalam Bincang-bincang Bersama Media (BBM) di salah satu café di Kota Jayapura, Papua pada Selasa, 21 Desember 2021.

Namun, perlahan prikalu masyarakat berubah karena belajar dari dampak pandemi Covid-19, demikian pemerintah.

Mulai dari kebijakan pengetatan, penerapan protokol kesehata hingga vaksinasi terus gencar dilakukan. Bahkan banyak masyarakat menerapkan prokes hingga divaksin.

Melihat prilaku masyarakat saat ini, Naek Tigor Sinaga meyakini dampaknya tidak akan separah saat Indonesia dilanda pandemi Corona.

“Masyarakat sudah paham bagaimana mencegah penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi,” jelasnya.

Justru, kata Naek Tigor Sinaga diproyeksikan perekonomian Papua akan tumbuh di level pertumbuhan ekonomi nasional 4-5 persen.

“Saya meyakini dampak omicron di Papua tidak akan parah, karena saat ini perbatasan masih ditutup dan vaksinasi gencar di lakukan,” jelasnya. (Rafiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

57 − 50 =