Ini penjelasan soal laga Kaimana FC Vs Perseka Kaimana yang tidak ikuti vaksinasi COVID-19

PAPUAunik – Ini penjelasan Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Kaimana Rowland Heinrich SH terkait laga Liga III Zona Papua Barat antara Kaimana FC melawan Perseka Kaimana yang digelar Rabu (15/12) sore di Kabupaten Kaimana.

Laga antara kedua tim yang dimenangkan oleh Kaimana FC dengan skor 1-0 itu, diduga telah melanggar aturan yang telah dibuat dan disepakati bersama yakni para pemain Liga III salah satu syaratnya harus di vaksinasi COVID-19 sebelum berlaga, namun Kaimana FC diduga tidak mengindahkan hal itu.

“Iya benar pak. Mereka (Kaimana FC) menggunakan dasar surat dari Dinas Kesehatan yang di tandatangani oleh kepala dinasnya,” jawab Rowland lewat pesan media sosial, Rabu (15/12) malam.

Dimana surat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana menjelaskan soal insiden yang telah merusak fasilitas kesehatan beberapa waktu lalu, sehingga tidak bisa melakukan vaksinasi COVID-19 kepada kesebelasan pemain Kaimana FC dan menunggu situasi kondusif serta jaminan keamanan kepada petugas kesehatan.

Surat keterangan ini di tandatangani langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana Arifin Sirfefa SKM, MM tanggal 14 Desember 2021 dengan nomor 440/1120/DINKES/2021.

Padahal, beber Rowland dalam rapat Selasa (14/12) yang tidak dihadiri oleh Perseka Kaimana karena belum bergabung dalam grup admin Liga III Zona Papua Barat sudah dijelaskan soal aturan dan syarat pertandingan sebagaimana ditandatangani oleh Panpel Liga III Zona Papua Barat Ruddy Muchairuddin juga tertanggal 14 Desember 2021.

Isi surat dengan nomor : 30/PANPEL ASKAB/PSSI.KMN/2021 itu ada tiga yakni pertama, seluruh pemain Liga III Zona Papua Barat harus vaksinasi COVID-19. Kedua, ada tiga pemain senior dalam daftar susunan pemain. Dan ketiga, seluruh manajer dan official tim harus mematuhi aturan nomor satu dan dua.

“Dan sebelum laga sore tadi, juga ada rapat yang diikuti oleh semua tim atau klub dan penegasan soal syarat atau aturan ini. Bahkan Match Comm mengatakan kepada saya tetap berpijak pada aturan yang sudah dibuat. Hanya tadi pihak Kaimana FC ‘ngancam’ mau giring kearah lain, ngancam-ngancam begitu, tapi ketua Panpel pada prinsipnya surat atau apa yang sudah dikeluarkan tidak akan berubah,” jelasnya.

Hanya saja laga tetap berjalan dan tidak sesuai aturan atau persyaratan yang telah dibuat dan disepakati bersama.

“Match Comm tadi minta untuk dihadirkan pihak keamanan sehingga aparat kepolisian setempat diundang untuk mengawal laga antara Kaimana FC vs Perseka Kaimana. Saya pun juga sebagai ketua Askab PSSI Kaimana, tidak mau berlebihan, karena ini ranah masing-masing, dan tadi siang katanya ada Komdis dari Askab,” jelasnya panjang lebar.

Sementara itu, terkait laga antara kedua tim itu rupanya menjadi panjang ceritanya karena manajemen Perseman Manokwari akan ajukan protes kepada Panpel Liga III Zona Papua Barat.

“Saya sudah kirim kan draft surat soft Copi kepada Asmen Perseman, Pak Louis agar nanti besok, Kamis (16/12) diprint, lalu layangkan surat protes ke Panpel,” kata Sekretaris Umum (Sekum) Perseman Manokwari Yan Christian Warinussy.

Ia mengaku bahwa laga kedua tim itu, tidak menjunjung sportivitas, tidak dukung kebijakan pemerintah dan melanggar aturan serta persyaratan yang dibuat oleh Panpel Liga III Zona Papua Barat dan komitmen bersama memajukan sepak bola.

“Pastinya kami akan protes karena ini juga merugikannya semua pihak dan tim Perseman Manokwari,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panpel Liga III Zona Papua Barat Ruddy M yang coba dikonfirmasi via pesan media sosial WhatsApp (WA) belum memberikan tanggapan, padahal notifikasi pesan terlihat telah dibaca.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 2 = 1