Ajakan Paulus Waterpauw kepada anak-anak di Kampung Mosso

PAPUAunik – “Sekolah yang baik, agar jadi orang hebat, seperti bapak,” kata Deputi II Badan Nasionalis Pengelola Perbatasan (BNPP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Komjen Pol Drs Paulus Waterpauw saat menggelar bakti sosial dan kesehatan di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Jumat (10/12) siang.

Hal ini disampaikan oleh mantan Kapolda Papua dua kali itu untuk memacu motivasi anak-anak sekolah dan kaum milenial di kampung yang berbatasan langsung dengan negara Papua New Guinea (PNG), agar bisa menjadi generasi emas Papua.

Deputi II BNPP Komjen Pol Paulus Waterpauw saat berikan pesan kepada warga di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, kota Jayapura, Papua, Jumat (11/12)

“Dengan sekolah yang baik, kalian bisa jadi guru, dokter atau lainnya. Jadi, pengganti saya, penerus masa depan Papua,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintahan dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi telah banyak membangun di Papua, mulai dari sekolah, jembatan hingga membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw menjadi salah satu kawasan perbatasan yang mewah dan megah, seharusnya patut ditindaklanjuti dengan semangat untuk sekolah, meraih pendidikan yang tinggi sehingga bisa menjadi orang sukses.

Deputi II BNPP Komjen Pol Paulus Waterpauw saat berikan bingkisan Natal kepada anak-anak di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, kota Jayapura, Papua, Jumat (11/12)

“Pembangunan di Papua khususnya di Kampung Mosso juga terlihat. Dulu jalan ke kampung sangat jelek, sekarang sudah bagus, karena dibawah pemerintahan Jokowi perbatasan terus diperhatikan, ditata sehingga bagus,” katanya.

Mantan Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri itu juga mengajak warga di Kampung Mosso untuk tidak terhasut dengan isu perpecahan, sehingga bisa merusak masa depan.

Deputi II BNPP Komjen Pol Paulus Waterpauw saat ajak anak-anak memungut sampah di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, kota Jayapura, Papua, Jumat (11/12)

“Jangan kamu terpengaruh oleh isu merdeka, itu bohong, tidak jelas. Bilang dorang kau mimpi, bila perlu palang dorong tidak perlu masuk di sini. Mari kita maju bersama membangun kampung untuk masa depan anak cucu kita,” ajaknya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + 7 =