Sekitar 1.826 prajurit di Papua terinfeksi HIV/Aids

PAPUAunik – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan sekitar 1.826 prajurit di Papua telah terinfeksi HIV/Aids.

Jumlah tersebut tercatat dalam 10 tahun terakhir ribuan prajurit TNI terinfeksi penyakit menular itu. Hal itu disampaikan saat jumpa pers di Makodam XVII/Cenderawasih pada Rabu, (01/12).

“Ini fakta yang suka tidak suka harus kami hadapi. Bahwa kami juga punya prajurit menderita HIV hingga Aids,” ungkapnya.

Meski begitu, prajurit TNI penderita HIV hingga Aids tetap mendapat pendampingan.
Harapannya dapat disiplin melakukan pengobatan menggunakan fasilitas kesehatan Angkatan Darat.

Meski tak ada harapan untuk sembuh, kata Jenderal Andika Perkasa setidaknya perajurit TNI yang terinfeksi HIV hingga Aids bisa bertahan hidup lebih lama.

“Kita beritahu individu hingga keluarganya, tujuannya agar terus bisa berhatap hidup lebih lama,” jelasnya.

“Memang ada beberapa obat yang bisa membuat pasien HIV dapat bertahan hidup lebih lama, tapi tidak mematikan virusnya,” jelasnya.

Namun yang terpenting, kata Jenderal Perkasa, tetap menjaga kesehatan dan tetap mempertahankan kekebaral tubuh melalui obat antivirus.

Kemudian menjaga pergaulan agar terhindar dari virus yang menular dari hubungan badan maunpun jarum suntik.

Untuk mencegah penularan virus, terus dilakukan pemeriksaan kepada seluruh prajurit maunpun satgas non organik, baik saat akan berangkat maupun kembali dari penugasan.

“Memang kalau pemeriksaan kesehatan rutin untuk seluruh anggota idelanya setahun, tapi agak susah karena terkendala anggaran,” ujarnya. (Rafiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

74 − = 64