Tutari tampil dalam Borobudur Writers dan Cultural Festival 2021

PAPUAunik – Situs Megalitik Tutari di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Untuk menjangkau situs ini, dapat dilakukan dengan mobil atau sepeda motor dari Bandara Sentani sekitar 15 menit atau 10 menit dari kompleks kantor Bupati Jayapura. 

Arkeolog Senior Papua, Hari Suroto menyampaikan bahwa Situs Megalitik Tutari akan tampil dalam Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) 2021. Tema umum dalam BWCF 2021 yaitu Membaca Ulang Claire Holt Estetika Nusantara Kontinuitas dan Perubahannya.

“BWCF ini berlangsung 18 – 21 November 2021, untuk tahun ini BWCF memasuki tahun kesepuluh. BWCF 2021 dikemas dalam bentuk virtual festival,” katanya di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (18/11).

Situs Megalitik Tutari akan ditampilkan dalam ceramah umum webinar BWCF 2021, dengan judul Pelestarian Motif Megalitik Tutari dalam Konsep SDGs (Sustainable Development Goals) atau tujuan pembangunan berkelanjutan.

Motif Megalitik Tutari harus dilestarikan, salah satu caranya adalah menghidupkannya kembali pada seni Sentani masa kini termasuk pada gerabah Abar, lukisan kulit kayu Asei, ukiran kayu, serta seni kontemporer lainnya.

Motif megalitik Tutari harus dilestarikan dan harus bermanfaat pada situs itu sendiri maupun kesejahteraan masyarakat sekitar situs, dalam hal ini masyarakat Kampung Doyo Lama. 

Motif Megalitik Tutari harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yaitu dapat dijadikan sebagai inspirasi seni bagi para seniman, penulis, sastrawan, fotografer, youtuber, blogger, pelukis dalam karya kreatif mereka misalnya video pendek, cerpen, novel, tulisan populer, spot foto untuk prewedding, desain sablon kaos, motif batik khas, dan sebagainya.

Situs Megalitik Tutari dilindungi oleh Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Situs ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya dengan nomor Regnas CB 499, nomor SK penetapan PM. 21/PW.007/MKP/2007 tanggal SK 26 Maret 2007.      

“Terdapat 83 bongkahan batu berlukis di Situs Megalitik Tutari. Motif lukisan tersebut berupa bentuk manusia, hewan, geometris, flora dan benda budaya,” katanya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

70 − = 60