Pemuda Adat Saireri apresiasi kinerja Polda Papua hingga PON dan Peparnas bisa sukses

PAPUAunik – Wakil Ketua Pemuda Adat Saireri Provinsi Papua Eduardo Rumaterai mengapresiasi kinerja aparat keamanan dalam hal ini Polda Papua dan jajarannya yang telah mengamankan jalannya PON XX dan Peparnas XVI hingga bisa sukses.

“Baik selamat sore, perkenankanlah saya untuk menyikapi situasi dan keadaan yang kondusif di Papua terlaksananya PON dan Peparnas yang sukses rakyat Papua,” katanya dalam siaran pers yang diterima di Kota Jayapura, Papua, Senin (15/11) sore.

“Sebagai rakyat Papua Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Polda Papua atas setiap upaya dan langkah persuasif untuk mengajak setiap pihak ataupun organ dalam menciptakan Kamtibmas yang kondusif dan menurut saya hal ini patut untuk diberikan apresiasi yang baik,” sambungnya.

Kenapa demikian? Karena menurut dia, rakyat Papua membutuhkan kehidupan bersosial yang baik dan kondusif agar setiap masyarakat dapat melaksanakan aktivitasnya tanpa ada gangguan. “Saya percaya masyarakat Papua bukanlah masyarakat yang paranoid yang mudah terprovokasi dengan berita yang tidak sesuai dengan kenyataannya,” katanya.

Untuk itu, Eduardo mengajak kepada generasi emas muda Papua untuk lebih mementingkan masa depan lewat dengan sekolah dan kuliah sehingga nantinya bisa kembali membangun daerah.

“Kita sebagai generasi Papua kedepan mempunyai tanggung jawab untuk membangun daerahnya masing-masing dengan ribuan ide-ide dan gagasan yang baru agar adanya edukasi yang baik bagi sesama kita,” katanya.

Mengenai adanya perundungan atau membully tindakan aparat kepolisian dalam menciptakan Kamtibmas yang kondusif, Eduardo mengaku bahwa hal itu sepantasnya tidak dilakukan.

“Saya menghimbau stop melakukan diskriminatif terhadap pihak yang telah memberikan dan menjaga hal positif terhadap kita. Ko Papua saya Papua,” katanya.

“Apabila ada yang salah maka katakanlah salah tetapi apabila ada yang benar maka kita harus mengakui itu benar dan memberikan apresiasi, ingat, Papua torang bisa,” tegas Eduardo.

Sebelumnya, pada Sabtu (13/10) pekan kemarin salah satu kelompok yang berseberangan dengan pemerintah, mengunggah selembar foto yang diduga sebagai bentuk intimidasi oleh institusi korps Bhayangkara kepada salah satu pemimpinnya, padahal kegiatan tersebut bagian dari pendekatan persuasif dan humanis dalam merangkul untuk ciptakan suasana Kamtibmas yang kondusif.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + = 12