Wamen PUPR tinjau jembatan Sahayu dan lokasi kebakaran usai konflik di Elelim

PAPUAunik – Di sela-sela kesibukan mendampingi Wakil Presiden Ma’aruf Amin membuka Peparnas di Jayapura, Wakil Menteri (Wamen) PUPR RI Jhon Wempi Wetipo menyempatkan diri “pulang kampung” atau kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya untuk melihat langsung progres pembangunan infrastruktur jalan Trans Papua Wamena – Jayapura, Minggu (07/11).

Pada kunjungan kali ini, Wamen beserta rombongan turun dan melihat langsung Jembatan Sahayu di KM 97 yang telah diperbaiki oleh Pemda Yalimo, Kodim 1702/JWY, Polres Yalimo bersama masyarakat pasca dirusak oleh OTK pada 19 Oktober lalu.

Selain itu, Wamen beserta rombongan juga meninjau lokasi pembakaran bangunan dan perkantoran yang dilakukan oleh massa pendukung salah satu calon yang tidak puas dengan hasil putusan Mahkamah Konstitusi pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Yalimo tahun 2020.

Wakil Menteri (Wamen) PUPR RI Jhon Wempi Wetipo menyampaikan terima kasih kepada TNI-Polri, Pemda Yalimo dan masyarakat, secara khusus kepada Kodim 1702/Jayawijaya yang telah bekerjasama dalam memperbaiki jembatan penghubung dua kabupaten tersebut.

“Ini adalah hal yang luar biasa dan patut mendapatkan apresiasi, dimana aparat keamanan TNI-Polri dan Pemda serta masyarakat saling bahu-membahu untuk mengatasi kesulitan yang terjadi di wilayah ini. Seperti yang kita ketahui bersama keberadaan jembatan ini sangat vital sebab sangat berampak pada roda perekonomian baik di kab. Yalimo maupun berdampak bagi wilayah di kab. Pegunungan Tengah,” ujarnya.

Terkait dengan kondisi politik yang terjadi di Distrik Elelim, pihaknya berharap agar masyarakat dapat menahan diri dan tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang aman dan damai di Kabupaten Yalimo.

Sementara itu, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Arus Budi Situmeang menyampaikan bahwa pihaknya bersama Polri dan Pemda Yakimo setempat akan terus berkolaborasi serta melaksanakan pendekatan yang humanis kepada masyarakat.

“Hal ini kami lakukan demi kesejahteraan masyarakat, sebab pemalangan jalan yang berlangsung empat bulan ini sudah cukup menyengsarakan kita bersama saat kita sedang ‘berjibaku’ melawan Pandemi COVID-19. Belum lagi harga kebutuhan pokok yang melambung naik dan persiapan Jelang masa Raya Natal di Pegunungan Tengah,” katanya.

“Untuk itu, setelah pembukaan palang tanggal 4 November kemarin, diharapkan transportasi logistik lancar sehingga harga kebutuhan pokok bisa normal kembali. Dan kita berharap permasalahan politik yang ada saat ini dapat segera selesai dengan aman & damai,” katanya lagi.(Penrem 172/PWY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 4 = 12