Margaretha Herawati atlet selam kolam penyumbang dua medali emas untuk Papua

Papuaunik – Margaretha Herawati, atlet selam kolam penyumbang dua medali emas untuk kontingen tuan rumah Papua pada PON XX ternyata mempunyai cita-cita menjadi designer dan hobi fotografi.

Gadis kelahiran Jakarta pada 20 Oktober 1988 itu berhasil meraih medali emas pada kategori 50 meter apnea putri dan 50 meter bifins sehingga mencatatkan namanya sebagai atlet selam kolam pertama di tim Papua yang berhasil meraih dan menyumbangkan medali emas berturut-turut dalam dua PON terakhir.

Dimana sebelumnya pada PON XIX Jawa Barat pada 2016, Retha demikian sapaan akrabnya berhasil menorehkan sejarah baru dengan raihan waktu yang fantastis alias pecahkan rekor pada kategori nomor 100 meter bifins putri dengan catatan waktu 00:43:77. 

Dia memecahkan rekor atas namanya sendiri pada PON XVIII Riau dengan catatan waktu 00:51:41. Saat PON XVIII, Retha memperkuat kontingen Riau.

Atas pencapaian yang diraih pada perhelatan PON XX di Papua, Retha yang dijuluki “Ratu Selam” Indonesia dengan koleksi 100-an medali dari berbagai lomba, baik di dalam negeri hingga luar negeri itu, menyampaikan banyak terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah mendorongnya untuk meraih prestasi.

“Saya sangat berterimakasih kepada KONI Papua dan seluruh rakyat di Bumi Cendrawasih, karena dukungan selama ini saya bisa berprestasi,” katanya ditemui awak media di Kota Jayapura, Papua, Jumat (22/10).

Hal yang khusus, Retha ucapkan untuk orang tua angkatnya Komjen Pol Paulus Waterpauw yang selama ini terus mendukungnya untuk mencatatkan sejarah bagi rakyat Papua.

“Saya merasakan dukungan dari orang tua angkat saya Bapak Paulus Waterpauw, keluarga saya dan ibu kandung, serta almarhum ayah.
Perjalanan saya cukup panjang, untuk meraih dan mencatat sejarah di bidang olah raga renang dan selam kolam,” ungkapnya.

Untuk mengukir prestasi yang prestisius itu, peraih lima medali emas pada Olympic Allian 2006 Paris, Prancis dan pemegang rekor nasional serta Asia dalam seleknas Finswimming I dan II 2009 di Jakarta itu berlatih cukup keras meski ditengah pandemi COVID-19.

“Saya latihan sejak tahun 2019 di Rusia, namun karena pandemik saya harus pulang ke Indonesia dan berlatih di Jakarta. Dalam latihan saya dipantau oleh pelatih Rusia secara daring selama dua tahun. Semua itu butuh perjuangan, dan dukungan semua pihak karena untuk mencapai dua medali emas di PON Papua tidaklah gampang,” ungkapnya.

Kini, Retha mengaku tengah mempersiapkan diri untuk latihan menghadapi even regional yang akan digelar pada tahun depan. Retha berharap segudang prestasi yang diraihnya, terutama di PON XX bisa menjadi motivasi bagi anak-anak muda Papua kedepannya. Ia juga mengaku siap jika suatu kelak nanti diminta menjadi pelatih renang atau selam bagi provinsi penghasil tambang tembaga dan emas terbesar di dunia itu.

“Mohon dukungannya agar saya bisa tampil di Sea Games 2022 di Vietnam,” pintanya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

29 − 28 =