Mahasiswa Yahukimo se-Indonesia dambakan bantuan studi

Papuaunik, – Mahasiswa Kabupaten Yahukimo yang sedang studi di 27 kota dan kabupaten se-Indonesia mendambakan haknya dari Pemerintah Kabupaten Yahukimo dalam hal ini Dinas Pendidikan agar segera merealisasikan dana bantuan studi.

Demikian hal ini mengemuka dalam pertemuan virtual zoom meeting pada Rabu (21/10) yang diikuti oleh seluruh pimpinan atau koordinator mahasiswa Yahukimo se-nusantara.

Para mahasiswa ini sedang menuntut ilmu di 27 daerah se-Indonesia tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Yahukimo (HPMY) mulai dari Papua, Jawa, Bali hingga Sumatera dengan jumlah 200 orang.

Dalam pertemuan itu, Antalo Etis sebagai mantan Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Yahukimo di kota studi Yogyakarta menyampaikan beberapa keluhan di antaranya pertama adalah meminta pemerintah daerah dalam hal ini melaluhi Dinas Pendidikan Yahukimo segera realisasikan bantuan studi atau beasiswa.

Kedua, perlunya perhatian yang intens kepada pelajar dan mahasiswa yang sedang menimba ilmu sehingga tidak ada yang terlantar seperti cuti kuliah, tunda wisuda dan tidak melakukan pendaftarkan ulang.

“Kami sangat berharap agar bantuan dana untuk mahasiswa pada 2021 ini harus segera dialokasikannya sesuai dengan data yang ada secara tepat dan cepat, karena saya melihat bahwa sedikit lagi akan masuk ke tahun ajaran 2022, berarti itu adalah anggaran dana di tahun 2022, yaitu anggaran dana Pendidikan yang baru. Sedangkan tahun 2021 punya belum salurkan ke setiap kota studi,” pinta Antalo.

Ketua HPMY se-Jawa Bali dan Sumatera, Luis Kabak meminta agar pemerintah segera segera realisasikan hak mahasiswa seperti beasiswa tugas akhir dan KKN dan karena banyak mahasiswa yang terkendala dibiaya akhirnya. “Sebagaian besar kawan-kawan yang tunda wisuda, cuti kuliah dan hal lain karena terkendala biaya,” pinta Kabak.

Sementara itu, Yanis Soll selaku pimpinan Komunitas Pelajar dan Mahasiswa Yahukimo (KPMY) se-kota studi Sentani di Kabupaten Jayapura dan Keerom mengungkapkan sebanyak 4.500 mahasiswa yang tergabung dalam wadah yang dipimpinnya, baik yang sekolah dan kuliah di swasta dan negeri.

“Saya Yanis soll ingin menyampaikan keluhan mahasiswa yang sedang terjadi sekarang ini, bahwa sejak munculnya coronavirus setahun terakhir, juga muncul masalah seperti ini membuat ekonomi mahasiswa menjadi lemah. Harapan mahasiswa yaitu dana desa dan juga beasiswa. Untuk itu perlu sekali perhatian kepada perantauan seperti kawan-kawan yang ada di se-Jawa Bali, Manokwari, Wamena kemudian di Sentani, Jayapura dan Keerom,” ungkapnya

Pada momentum itu, Yanis Soll juga mengaku telah meminta kepada kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) untuk memberikan toleransi khusus buat mahasiswa asal Yahukimo. “Dan Puji Tuhan permintaan kepada bapak rektor Uncen telah memberikan toleransi untuk kami beberapa mahasiswa Yahukimo,” katanya.

Terkait beasiswa ataupun bantuan studi, Yanis Soll menyarankan agar mahasiswa asal Yahukimo mendapat dua kali dalam satu tahun ajaran, sehingga bisa maksimal dalam menyelesaikan kuliah.

“Ada baiknya dalam setahun itu kita terima beasiswa dua kali. Atau setiap enam bulan diberikan beasiswa atau bantuan kuliah, agar kami juga bisa cepat selesaikan kuliah dan kembali membangun daerah,” sarannya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 1