Penjual sayur dengan motor sport hanya ada di Papua

Papuaunik, – Pelaku usaha biasanya memilih sepeda motor bebek sebagai kendaraan operasionalnya, baik itu tukang ojek, kurir atau penjual sayur keliling.

Namun yang unik terjadi di Kota Jayapura, Papua. Para penjual sayur keliling memilih sepeda motor sport yang ber-cc-besar sebagai kendaraan untuk mengangkut rak sayur, rak berisi sayur ini berbobot sekitar 200 kg.

Sepeda motor sport di Jakarta ataupun di daerah lainnya merupakan kendaraan mewah, berharga puluhan juta dan hanya dimiliki oleh para biker yang hobi touring.

Menurut Hari Suroto, alumnus Universitas Udayana Bali itu, motor sport adalah sejenis sepeda motor yang bertampang dan berpenampilan seperti motor balap atau memiliki performa di atas rata-rata sepeda motor jenis bebek atau skuter.

“Sepeda motor sport biasanya dibeli untuk menjadi pilihan kedua atau menjadi kendaraan hobi,” katanya.

Dimensi bodi yang besar, tanpa kompartemen untuk barang bawaan, termasuk posisi duduk yang menunduk membuat motor sport kurang bisa diandalkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Penjual sayur di Jayapura menggunakan motor sport untuk menjajakan dagangannya.(Foto: Hari Suroto)

“Namun teori ini tidak berlaku bagi para penjual sayur keliling di Kota Jayapura. Mereka menggunakan motor sport seperti Honda CBR 250 RR, Kawasaki Ninja 250 R dan Yamaha R 25,” kata Arkeolog Senior Papua itu.

Motor sport ini dipilih oleh penjual sayur keliling sebagai kendaraan operasional karena bagian dari hobi, ya benar pada umumnya para penjual sayur ini adalah biker yang hobi touring di akhir pekan.

“Selain itu, pagi hari, adalah jam sibuk, jalanan Kota Jayapura sangat macet, siswa pergi sekolah dan jam berangkat ke kantor, padahal pagi hari adalah jamnya operasionalnya penjual sayur, para ibu rumah tangga sudah menunggu membeli dagangan mereka,” ujarnya.

Dengan sepeda motor dinilai bergerak lebih mudah di saat kemacetan terjadi dan mampu melewati gang-gang dan jalan sempit perumahan.Selain itu, motor sport adalah bagian dari strategi marketing, penjual sayur yang menggunakan motor ini akan lebih menarik perhatian para pembeli.

Para penjual sayur ini wilayah operasionalnya tidak hanya Kota Jayapura saja, mereka juga berjualan hingga ke luar kota. Mereka berjualan sampai Sentani, Kabupaten Jayapura, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Jayapura. Sehingga motor sport yang bertenaga lebih besar ini dipilih sebagai kendaraan operasional penjual sayur.

“Kalau diperhatikan total harga sayur dagangan, tidak sebanding dengan harga motor yang puluhan juta. Hal yang paling dikhawatirkan para penjual sayur ini adalah kalau motor mereka ambruk atau nyungsep, sayur akan berhamburan dan tahu tempe hancur berantakan,” katanya ketika diminta pendapat.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

52 − = 43