Arkeolog ungkap sejarah logo PON XX

Papuaunik, – Pekan Olah Raga Nasional XX Papua sebenarnya berlangsung pada 2020, namun karena pandemi COVID-19, diundur dan dilaksanakan pada 2 hingga 15 Oktober 2021.

Menurut Arkeolog senior Papua, Hari Suroto, logo PON XX didasarkan pada kemegahan Stadion Lukas Enembe yang hampir setara dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta dan stadion sepak bola terbesar kedua di dunia, Salt Lake di India.

“Namun sebelumnya, logo PON XX Papua yaitu kanguru bermata merah putih, puncak bersalju Puncak Jaya, ring lima warna dan maskot burung cenderawasih,” ungkapnya di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (10/10).

Ia menjelaskan bahwa kanguru merupakan mamalia berkantung, hewan ini hanya ditemukan di Australia, Papua, dan Papua Nugini. Di Papua sendiri terdapat dua jenis kanguru yaitu kanguru tanah dan kanguru pohon.

Kanguru tanah Papua (Thylogale sp.) berukuran lebih kecil daripada kanguru tanah Australia, sedangkan spesies kanguru pohon (Dendrolagus) di Papua lebih banyak daripada Australia.

“Bukti arkeologi menunjukkan fosil mandibula (rahang bawah) kanguru pernah ditemukan di Nimboran, Kabupaten Jayapura, fosil kanguru pernah ditemukan di Nimboran, Kabupaten Jayapura, fosil ini diberi nama Zygomaturus Nimboraensis,” ungkapnya.

Lalu, Kabupaten Puncak Jaya merupakan puncak bersalju di daerah tropis atau bule mengenalnya sebagai Puncak Cartensz (Cartensz Top). Puncak Jaya memiliki tinggi 4.884 mdpl.

Oleh Suku Amungme sebagai pemilik ulayat puncak ini menamakannya Nemangkawi Ninggok yang berarti Puncak Anak Panah Berwarna Putih.

“Logo PON XX ini akhirnya berubah, desain logo yang baru dengan gambar kanguru akan dihilangkan,” katanya.

Logo PON XX yang dikenal publik saat ini, merupakan penyempurnaan dari logo sebelumnya. Gambar kangguru dihilangkan. Kenapa bisa begitu?

Seperti diketahui dalam logo ajang olahraga nasional tidak memperbolehkan menggunakan gambar hewan. Sedangkan untuk maskot masih diperbolehkan.

“Maskot PON XX Papua adalah Kangpho dan Drawa, Kangpho singkatan dari kangguru pohon dan Drawa singkatan dari Cenderawasih,” katanya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

77 − 76 =