Asyiknya menikmati sunset di Bukit Yomokho Sentani saat PON

Papuaunik, – Bukit Yomokho berada di tepi Danau Sentani, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. 

Lebih tepatnya 200 meter sebelah barat Khalkote, lokasi Festival Danau Sentani yang diselenggarakan tiap tahunnya.

Hari Suroto, arkeolog senior Papua mengatakan bukit ini berbentuk memanjang, permukaanya ditumbuhi oleh rumput ilalang dan sebagian lahannya digunakan oleh masyarakat Pulau Asei untuk berkebun siapu sejenis ubi jalar khas Sentani. 

“Bukit Yomokho memiliki pemandangan yang instagramable, terutama panorama sunset dengan latar belakang Danau Sentani dari ketinggian,” katanya di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (06/10).

Dari puncak bukit ini juga nampak terlihat Stadion Lukas Enembe, stadion termegah untuk PON XX Papua.

Bukit Yomokho (Foto : Hari Suroto)

“Yo dalam bahasa Sentani adalah kampung, mokho adalah bukit,” ungkapnya.

Pada masa prasejarah, bukit ini dihuni oleh nenek moyang masyarakat Pulau Asei. Pulau Asei hingga kini dikenal masyarakatnya pandai melukis kulit kayu.

Pada masa lalu, manusia prasejarah memilih Bukit Yomokho sebagai perkampungan bukan karena sunsetnya yang indah, tetapi karena lokasinya dekat dengan danau dan hutan sagu.

Danau sebagai sumber air bersih dan sumber protein berupa ikan dan siput danau. 

Hutan sagu menghasilkan tepung sagu, jamur sagu, dan ulat sagu. Pelepah pohon ini juga dapat dijadikan bahan konstruksi rumah tradisional Sentani.

Bukit Yomokho (Foto : Hari Suroto)

Selain itu alasan keamanan juga menjadi pertimbangan Bukit Yomokho dipilih sebagai tempat hunian. Pada masa prasejarah sering terjadi perang antar kelompok di Danau Sentani, sehingga manusia prasejarah memilih lokasi yang tinggi sebagai pemukiman, hal ini juga bernilai strategis dalam memantau musuh.

“Manusia prasejarah hidup dan pernah tinggal di Bukit Yomokho pada 2590 tahun yang lalu,” ungkapnya lagi.

Penelitian arkeologi di bukit ini berhasil menemukan pecahan gerabah, tengkorak manusia, tulang manusia, tulang binatang dan sisa sampah makanan berupa cangkang siput danau dan kerang laut.

“Saat ini, pesona sunset Bukit Yomokho justru lebih dikenal generasi milenial bule, bule-bule yang tinggal di Sentani banyak berkunjung ke bukit ini hanya untuk menikmati sunset,” katanya promosi.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 28 = 37