Arkeolog sebut Papeda kuliner tertua di Papua

Papuaunik, – Arekolog senior di Papua Hari Suroto menyebutkan bahwa Papeda salah satu kuliner tertua, sudah ada sejak masa prasejarah.

“Hal ini berdasarkan temuan gerabah dan alat batu tokok sagu di situs arkeologi di kawasan danau Sentani,” katanya di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (05/10).

Papeda dimasak menggunakan wadah gerabah, dimana tradisi gerabah di Papua mulai dikenal sejak masa prasejarah sekitar 3000 tahun yang lalu.

“Pengetahuan penggunaan gerabah dan teknologi pembuatan gerabah diperkenalkan oleh orang berbahasa Austronesia sekitar 3000 tahun yang lalu. Budaya gerabah ini diperkenalkan di daerah pesisir utara Papua dan pulau-pulau di lepas pantai Papua,” ungkapnya. 

Seperti diketahui pohon sagu hanya tumbuh di dataran rendah Papua. Budaya papeda di papua hanya dikenal di daerah pesisir Papua dan pulau-pulau lepas pantai Papua. 

Pati sagu menjadi bahan utama pembuatan papeda. Sagu bersama pisang, keladi, sukun dan tebu merupakan bahan makanan yang dikonsumsi sejak masa prasejarah di Papua.

“Di Papua hingga saat ini, budaya kuliner papeda hanya dikenal di pesisir utara Papua, pesisir Kepala Burung Papua dan pulau-pulau lepas pantai Papua. Papeda tidak dikenal di wilayah pegunungan Papua dan pesisir selatan Papua,” katanya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

23 − 19 =