PON XX momentum pemulihan ekonomi Papua

Papuaunik, – Kehadiran PON XX 2021 di tanah Papua pada 2-15 Oktober 2021 merupakan ajang olahraga nasional tahunan yang dinantikan masyarakat. PON XX terdiri dari 37 Cabang Olahraga, diikuti oleh 34 provinsi dan diselenggarakan di 4 klaster yaitu Kabupaten Mimika, Kabupaten Merauke, Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.

Presiden RI Joko Widodo pada pembukaan PON XX 2021, menegaskan PON XX bermakna luar biasa bagi masyarakat Indonesia yakni sebagai panggung persatuan, kebersamaan, dan persaudaraan.

Naek Tigor Sinaga, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua mengatakan penyelenggaraan PON XX menjadi momentum untuk memberikan sumbangsih terhadap perekonomian Papua utamanya terhadap sektor yang terdampak pandemi COVID-19 antara lain akomodasi, makan dan minum, perdagangan serta transportasi.

“Sepanjang tahun 2021, PON XX diprakirakan mampu mendorong perekonomian hingga Rp1,2 Triliun atau memberikan kontribusi 0,7-1,10 persen (yoy) terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Papua,” kata Naek.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo dalam pembukaan Festival PON Kopi Papua dan UMKM Kota Jayapura 2021 pada Minggu (03/10) menyampaikan bagaimana BI menjaga ketahanan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan, yakni dengan turut mengambil posisi aktif dalam mendukung pengembangan UMKM nasional yang naik kelas.

“Untuk mencapainya, BI menghadirkan tiga pilar kebijakan pengembangan UMKM yang terdiri dari pilar korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan pembiayaan. Kebijakan tersebut dipadukan dengan bauran kebijakan BI lainnya seperti kebijakan makroprudensial sistem pembayaran, dan promosi internasional. Keseluruhan upaya ini dilakukan guna mewujudkan UMKM yang produktif, inovatif, dan adaptif,” kata Dody.

Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki juga menyampaikan bahwa kopi menjadi salah satu high demand commodity di pasar global. Indonesia menjadi satu dari lima negara pengekspor terbesar di dunia. Pada 2020, Indonesia mengeskpor 375 ribu ton kopi dengan nilai transaksi sebesar USD809 milliar.

“Kopi Papua dari pohon kopi arabica dikenal memiliki kualitas unggul karena tumbuh secara alami tanpa pupuk pabrik di pegunungan yang terbentang hampir sepanjang pulau. Festival ini diharapkan dapat mempromosikan kopi Papua dan produk UMKM terbaik dari bumi cenderawasih lebih luas lagi,” kata Teten.

Bagi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, festival ini diharapkan akan kembali mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Papua.

“Kesempatan ini juga bisa dijadikan momen untuk menerapkan inovasi yang tepat guna untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Sandiaga.

Senada dengan hal itu, Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengatakan potensi sumber daya alam Papua melimpah, termasuk komoditas kopi. “Value chain dari bermacam olahan kopi akan memberikan dampak positif kepada masyarakat secara luas,” ujar Tri, mantan Wali Kota Surabaya.

Dalam laporannya, Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga menyampaikan festival ini melibatkan 100 UMKM asli Papua yang terdiri dari 40 UMKM kopi dan 60 UMKM di bidang lainnya, dengan produk unggulan seperti kuliner, aksesories, fesyen.

Festival ini merupakan perluasan dari Festival Kopi Papua yang menjadi agenda rutin sejak 2018. KPwBI Provinsi Papua telah mengirimkan sampel kopi untuk diuji oleh Specialty Coffee Association Indonesia (SCAI). Varietas kopi unggulan seperti Kopi Sabin, Tiom, Maksum dan Venelinmendapatkan predikat specialty grade dengan nilai diatas 80 menunjukkan kualitas kopi Papua sangatlah baik. Sebanyak 400 UMKM terlibat dalam penyelenggaraan PON XX.

Selain diberi dukungan promosi, disediakan pula layanan perbankan untuk mempermudah proses pembayaran secara digital.

Acara pembukaan Festival PON Kopi Papua 2021 yang berlangsung di Terminal Mesran, Kota Jayaura juga dihadiri oleh Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano, Kepala BNPT, Komjen Pol. Boy Rafli Amar, dan Asisten II Setda Provinsi Papua, Muhammad Musa’ad.

Festival PON Kopi Papua dan UMKM Kota Jayapura 2021 akan berlangsung pada 3–9 Oktober 2021. Tema yang diusung tahun ini yakni “Papua Coffee and Magnificent Nature” (PACE MACE).

Tujuan festival ini selain untuk memperkenalkan potensi kopi Papua, juga sebagai upaya mendukung pengembangan UMKM, menyemarakkan PON XX serta menjadi ajang memperkenalkan wisata Papua kepada Indonesia dan dunia.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 1