Pisang Raksasa Asal Fakfak Papua Barat

Papuaunik – Pisang raksasa Papua atau pisang Musa Ingens ditemukan tumbuh alami di tepi Jalan Raya Fakfak-Kokas Kilometer18, Kaisu, Kampung Mananmur, Distrik Kayauni, Fakfak, Papua Barat.

Hari Suroto arekolog senior Papua, megatakan pisang Musa Ingens tumbuh di daerah dengan ketinggian 1.000 -1.700 m dpl dengan tinggi pohon pisang ini bisa mencapai 10-15 meter.

“Bahkan di hutan Fakfak, pisang ini bisa setinggi 25 meter. Pisang raksasa yang ditemukan di Fakfak merupakan tumbuhan endemik yang memiliki nama latin Musa ingens atau Musa ingens N. W. Simmonds,” katanya.

Batang pisang Musa Ingens berdiameter 70 cm dengan tinggi 10–15 m. Diameter pohon pisang Musa Ingens bisa 1-1,5 meter dengan tinggi sekitar 25 meter.

“Daun pisang ini berbentuk seperti pisang umumnya dengan ukuran lebih besar, lebar sekitar satu meter dan panjang sampai enam meter. Ukuran buah diameter bisa 4 – 6 cm dan panjang sekitar 10 – 15 cm. Ukuran tandan seperti pisang umumnya dengan diameter sekitar 35 – 50 cm, panjang 70 – 80 cm,” jelas dosen terbang di Universitas Cenderawasih, Jayapura Papua itu.

Pisang Musa Ingens punya warna kulit buah hijau saat muda dan kekuningan ketika masak. Buah pisang Musa Ingens memiliki biji sangat banyak.

Hari Suroto memeluk batang pohon pisang raksasa

“Buah pisang ini tidak dikonsumsi oleh masyarakat setempat ataupun mereka konsumsi terbatas. Buah pisang ini memiliki biji banyak hingga kurang disukai,” ujarnya.

Daun pisang raksasa biasanya digunakan untuk atap gubug di hutan, alas duduk dan alas makanan. Sedangkan pelepah untuk menyimpan hasil buruan atau hasil kebun.

“Pisang Musa Ingens di Fakfak tumbuh di hutan sekunder atau hutan bekas kebun dan kanan kiri jalan dengan tanah bersubstrat atau solum tanah dalam,” kata alumni Universitas Udayana Bali ini.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

73 + = 80