Warga serahkan Burung Cenderawasih dalam acara penutupun Animal Lovers

Papuaunik, – Komunitas animal di Jayapura akhirnya menyudahi event “ngumpul” perdana mereka dengan sebuah ending yang keren. Bagaimana tidak, hampir seluruh komunitas pecinta hewan di Jayapura bertemu di satu tempat kemudian saling bertukar cerita dan menunjukkan hewan – hewan peliharaan mereka.

Ada anjing ras, kucing ras, iguana, ular, tarantula, arwana, kura – kura maupun ratusan burung kicau yang melakukan uji tanding. Kegiatan dengan tajuk Mini Festival Animal Lovers Jayapura ini juga mengundang sejumlah tokoh pegiat lingkungan, salah satunya Alex Waisimon.

Pria yang pernah diundang presiden ini merupakan sosok asal Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura peraih kalpataru. Selain Alex Waisimon, dalam event mini festival ini panitia berhasil mengundang Scaper nasional yang sudah pernah keluar sebagai juara dunia 4 kali, Hery Rasio, komika Yewen termasuk didatangi Wakil Wali Kota, Ir H Rustan Saru MM. Rustan Saru hadir tanpa harus bersurat yang terlalu formal.

Ketua Panitia Mini Festival, Wawan Budiono menyampaikan bahwa semangat komunitas di Jayapura ini masih ada dan mempunyai banyak mimpi untuk bisa menjadikan Jayapura sebagai kota yang ramah terhadap hewan.

“Berangkat dari kesamaan visi dimana selama ini komunitas terkesan berjalan sendiri – sendiri sehingga kami coba merangkul dan ternyata pemikiran teman – teman ini sama. Bagaimana bisa membuat satu event yang sifatnya kolaborasi,” jelas Wawan. Berbekal semangat, ia dan tim kerja akhirnya merumuskan event mini festival.

“Kami sebut mini karena ini masih pandemic, yang penting event jalan dulu,” bebernya.

Wakil Wali Kota, Ir Rustan Saru mengaku kagum. Ia bahkan sempat nongkrong menunggu event lomba burung kicau belangsung. “Saya mengapresiasi event mini festival ini sebab ini muncul dari semangat anak – anak muda di Jayapura, mereka bisa melakukan sebuah kegiatan yang menyedot banyak warga untuk belajar soal satwa dan saya pikir ini positif sekali,” kata Rustan Saru.

Ketua Kicau Mania Jayapura, Nuger menjelaskan animo warga terkait hobi burung kicau di Jayapura terus bertambah. “Tadi pak wakil (Rustan Saru) sempat tanya – tanya dan beliau akhirnya nonton sendiri kontes burung kicau dan saya sampaikan pecinta burung kicau ini sangat banyak di Jayapura dan beliau kagum,” tambah Nuger.

Disini Rustan Saru juga meminta event ini bisa dikoordinasikan dengan dinas pariwisata untuk ke depannya digelar kembali. “Itu bisa (menggandeng Dinas Pariwisata), inikan banyak pengunjung dan harusnya bisa dikemas menjadi lebih baik dan saya mendukung itu,” tambahnya.

Wawan Budioni juga menjelaskan bahwa selain komunitas animal, dalam kegiatan ini juga mengundang para Scaper Jayapura untuk menggelar kontes. Selain itu ada juga komunitas tato dari Kampung Tato, di Soetidjah Café termasuk pemain music Saxofon Jayapura dan Sago Band.

“Tapi diakhir acara kami cukup terkejut karena ada warga datang dan menyerahkan 1 ekor Burung Cenderawasih kepada teman-teman dari Rumah Bakau Jayapura dan itu menjadi perhatian hampir semua pengunjung. Banyak yang menyaksikan untuk melihat langsung burung dilindungi ini,” paparnya. “Teman event kami juga soal Cenderawasih,” imbuhnya.

Koordinator Rumah Bakau Jayapura, Gamel menyampaikan bahwa saat ini Rumah Bakau tengah gencar – gencarnya mendorong isu perlindungan cenderawasih melalui kampanye Cenderawasih Bukan Cenderamata dan ia bersyukur karena ada warga yang secara sadar mau menyerahkan satwa ini dalam keadaan hidup untuk dilepasliarkan.

“Sangat kerena ya karena ternyata ada warga yang mau menyerahkan burung sorga ini secara sukarela dan kami dengar masih ada beberapa ekor lagi yang rencananya akan diserahkan ke Rumah Bakau dan kami pastikan kampanye perlindungan Cenderawasih tetap jalan,” jelas Gamel.

Disini Wawan juga berharap agar pemerintah bisa menyiapkan satu space untuk para komunitas berkumpul tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

“Kami cukup kewalahan dengan biaya sewa lapangan mengingat awalnya kami pikir free karena sudah berkomunikasi dengan para pihak di TNI AL. Trnyata kami masih harus merogoh kocek yang dalam sehingga kami berharap semangat kelompok muda dalam komunitas ini jangan padam karena tak ada tempat untuk berekspresi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

64 − 57 =