Tuntut Ganti Rugi Tanah, Suku Puhiri Blokade Stadion Lukas Enembe

Papuaunik, – Tuntut ganti rugi soal lahan, suku Puhiri blokade Stadion Utama Lukas Enembe (LE) di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Senin (27/09) pagi.

Blokade ini dilakukan dengan cara menggelar orasi sekaligus pembentangan spanduk sebagai bentuk protes atas ketidak-pastian Pemprov Papua untuk melunasi ganti rugi lahan atau tanah adat mereka seluas 62 hektar.

Ketika dikonfirmasi wartawan pada saat itu, Kristian Puhiri anak tertua dari Kepala Suku Puhiri Yan Puhiri mengatakan, tuntutan yang di layangkan pihaknya bersama ayahanda sudah sejak lama, dimana sejak Stadion LE itu akan dibangun tetapi tidak mendapat tanggapan apapun dari Pemerintah Provinsi Papua.

“Kami sudah tuntut ini sejak lama tetapi tidak ada tanggapan sampai saat ini, dan tuntut yang sudah berlangsung selama belasan tahun tersebut tidak pernah di indahkan oleh Pemerintah provinsi Papua,” ucapannya.

Ia menegaskan jika tuntutan dan baliho tersebut lebih baik terpampang dan di saksikan oleh Presiden RI saat opening seremoni nanti.

“Tuntutan kita ada sekitar 62 hektar lahan tanah adat yang di gunakan untuk pembangunan stadion LE dan berbagai Fasilitas olahraga seperti, akuatik, lapangan tembak dan lapangan latihan lainnya tidak pernah di selesaikan Pemerintah hingga saat ini,” katanya.

“Jadi, ada sekitar 62 hektar, kami tuntut Rp3 juta per meter tuntutan ini pernah di sampaikan ke KSP kepresidenan tetapi tidak ada itikat baik dari pemerintah untuk menyelesaikan itu,” sambungnya.

Lanjutnya, setelah berorasi selama 2 jam depan terbang utama stadion Lukas Enembe, aksi masa tersebut dibubarkan oleh aparat kepolisian yang di pimpin Kapolsek Sentani Timur, dan Kasat Reskrim Polres Jayapura, dengan menahan bebeberpa orang yang melakukan aksi pemalangan tersebut.

Sekedar diketahui bahwa, aksi itu berlangsung aman sejak awal, dengan pembentangan sebuah baliho spanduk berukuran 5 x 5 cm di pintu gerbang tersebut hingga sampai selesai. (Tinus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 + 4 =