BTM curhat soal PON XX

Papuaunik, – Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM) mengunggah pernyataan terkait pelaksanaan PON XX di Sub PB PON Klaster Kota Jayapura yang dinilai banyak kekurangan yang seharusnya tidak perlu terjadi jika koordinasi dan komunikasi terjalin harmonis.

Unggahan pernyataan seperti penjelasan ataupun curahan hati (curhat) itu diposting dalam akun media sosial Facebook (FB) dengan nama Benhur Tomi Mano pada Sabtu (25/09) pagi dan juga dibagikan di pesan media sosial WhatsApp (WA) grup wartawan di Kota Jayapura dan sekitarnya.

“Selamat pagi masyarakat olaraga, saya jujur dengan tulus hati, saya walikota jayapura yang menolak pon dikota jayapura pada awalnya, karena ketidaksiapan papua dalam pon ini, pada saat saya menolak pon pusat marah, saya dipanggil dihadapkan forkompinda papua untuk menjelaskan hal ini, akhirnya saya menjelaskan masalah ini terbuka, akhirnya forkompinda menyalahkan PB PON,” katanya.

Kemudian, “kenapa saya menolak karena tidak komunikasi dan koordinasi dengan baik dengan sub pb pon kota., banyak masalah dalam pon ini, seperti listrik di non hotel tidak tersambung, air bersih tidak ada, galon air minum tidak ada, air kemasan tidak ada, infrastruktur pendukung tidak selesai, transportasi tidak ada anggaran dan tidak disertakan ke sub pb pon akhirnya perangkat pertandingan tidak ada angkutan, soal makan ,saya jelaskan satu minggu vendor ditunjuk oleh PB Pon , ,satu minggu kerja, pertandingan sudah mulai tgl 19, dan vendor harus berikan, dengan persiapan , dan konsumsi tidak ada anggarannya, vendor ditunjuk oleh PB PON bukan oleh sub pb pon,” tulis akun FB Benhur Tomi Mano.

“Malu tentang hal ini dengan masalah, saya sudah marah besar pada hari pertama, malamnya saya panggil vendor evaluasi kenapa kejadian ini terjadi, vendor menjelaskan mereka menyewa tempat masak diangkat tempatnya kecil, mobil bosnya yang antar makanan hanya 2 saja sopirnya dari jawa tidak tahu jalan, banyak masalah, banyak masalah dalam pon ini, masyarakat papua jangan viralkan masalah yang jelek saja, mari kita viralkan juga keunggulan papua dalam pon ini, saya bertanggung atas semua ini saya anak papua silahkan anda kritik, saya terima , saya papua harga diri kita, saya malu tentang masalah ini saya mohon, semalam saya panggil bersama panwasrah koni pusat utk cari solusi dengan masalah ini, yang saya takuti atlet tidak mau bertanding tidak dapat makan , malu kita semua ,akhirnya pon gagal, siapa yang malu kita semua malu, PB PON saya ajak mari kita cari solusinya, BUKAN SALING MENYALAHKAN TAPI SOLUSI UNTUK NAMA BAIK PON PAPUA, MARI KITA HARGAI GUBERNUR KITA, YANG TELAH BAWAH PON KE PAPUA INI SEJARAH BAGI PAPUA, JANGAN KITA CEDERAI PON INI, slogan kitoranh bisa mari kita wujudkan dalam pon ini, ini ungkapan hati saya , jujur, saya siap ungkapan semua dengan terbuka, maaf media sosial saya terima ocehan kalian, saya orang papua , saya ingin perbaiki ini demi harga diri orang orang papua, Tuhan Yesus tolong kami, amien,” demikian unggahan tersebut.

Wartawan Papuaunik.com mencoba konfirmasi kepada pemilik akun Benhur Tomi Mano namun belum ada tanggapan.

Sebelumnya, curhatan soal kendala PON khususnya konsumsi juga dikeluhkan dan diunggah di akun Instagram (IG) atas nama donnykesumaofficial.

“Massya Allah masa multi event berskala nasional makanannya telat empat jam setiap makannya dan basi pula. Buat para official dan atlit yg akan datang hati2 supaya jangan kaget. Tolong sebarkan ya men temen supaya ngga malu maluin,” demikian curhatan akun tersebut.

Curhatan ini juga sudah coba dikonfirmasi oleh wartawan Papuaunik.com lewat pesan IG akun tersebut, namun belum ditanggapi.

Soal makanan kotak basi ini juga mendapat beragam tanggapan dari netizen di Kota Jayapura dan sekitarnya lewat akun FB. Bahkan salah satu aktivis muda Papua melontarkan pendapatnya.

Akun FB atas nama M J Yarisetouw menyampaikan “Selamat pagi fans Kontingen Panitia PON dan Pemerintah. Sa cuma mo bilang, kam kerja baik saja toh sukseskan PON sesuai kam pu tanggungjawab, tong rakyat biasa komentar kam pu kinerja itu wajar dan sudah seharusnya demikian dan seharusnya kalian berjiwa besar untuk terima, jang emosi tong datang. Yeeeiii…
Kalau rasa diri tra mampu dikomentari dan mental tra bagus, ya jangan libatkan diri ke dalam urusan mengurus banyak orang toh..,”

“Terus satu lagi kam pu bahasa andalan “Kritik boleh saja, tapi harus disertai solusi dong.” Bagi saya ini argumentasi lemah dari Pejabat ataupun orang² yang tra mampu kerjakan tanggungjawab ya diemban. Jika Anda diangkat pada posisi Jabatan tertentu, Anda diyakini mampu memimpin diri dan staff² Anda memberikan solusi terkait permasalahan-permasalahan yang ada. Jadi kembali lagi kalau rasa diri tidak mampu ya jangan jadi Pejabat atau mau terlibat urus banyak orang toh, nanti tiap saat bisa KENA MENTAL terus.(emoticon ketawa dengan mengeluarkan air mata),” koarnya yang mendapat beragam tanggapan.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 1 =