BTM berikan peringatan keras kepada seksi konsumsi PON

Papuaunik, – Ketua Sub PB PON Klaster Kota Jayapura Benhur Tomi Mano yang juga Wali Kota Jayapura dan akrab disapa BTM mengatakan telah memberikan peringatan keras kepada bagian konsumsi terkait keluhan para atlet dan official soal keterlambatan makanan dan snack, bahkan ada yang basi dalam dua terakhir ini.

“Sudah dua malam ini karena keluhan dari atlet dan official serta perangkat pertandingan soal makan dan snack, kami gelar rapat evaluasi bersama Panwasrah Kota Jayapura,” kata BTM usai rapat, Kamis (24/09) malam di Kota Jayapura.

“Dan saya sudah memberikan peringatan keras kepada bagian konsumsi Klaster Kota Jayapura, harus merubah pola pelayanan supaya tepat waktu dan tidak terlambat termasuk tepat jumlah, tapi hari ini juga masih terjadi demikian, dan mereka lambat menanganinya,” katanya dengan nada kesal.

Ia mengaku telah meninjau lokasi atau tempat masak bagian konsumsi di Angkasa, Distrik Jayapura Utara untuk melihat secara langsung apa saja yang menjadi kendala dan hambatan.

“Mereka tempatnya di Angkasa, saya sudah tinjau. Padahal ada dua tempat yang disiapkan oleh PB PON yakni di PTC Entrop dan Mega Futsal Abe tapi belum digunakan, karena baru dilakukan pembangunan oleh PB PON,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan bagian konsumsi, BTM mendapatkan sejumlah penjelasan soal tugas mereka kapan dimulai. “Dan dikatakan oleh yang menangani konsumsi, sebenarnya itu akan mulai pada tanggal 2 Oktober 2021, padahal pertandingan sudah dimulai sebelum itu. Sehingga makan dan snack harus tetap dilayani,” katanya.

Belum lagi, lanjut BTM, soal keluhan para atlet dan official yang menginap bukan di hotel. “Dan jugaga soal air galon yang ada di penginapan atau non hotel harus ada, atlet butuh minum ini tidak disiapkan. Juga keluhan-keluhan di non hotel, airnya belum terpasang, listriknya juga belum terpasang, tapi yah step by step dilakukan pemasangan listrik dan air, air ini penting,” katanya.

“Tadi itu yang kita evaluasi itu semua. Ini yang siapkan konsumsi adalah yang profesional, saya takutnya semua atlet tidak makan, lalu menolak bertanding di PON, ini bisa masalah, masalah nasional,” katanya lagi.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 13 = 23