Kukuhkan BTM, Edison Awoitauw : Jangan Hancurkan Persatuan Masyarakat Wilayah Adat Tabi

Papuaunik, – Terkait pelaksanaan Kongres Besar I Masyarakat Wilayah Adat Tabi yang berlangsung pada 20 sampai dengan 24 September 2021 di Heleybhey Obhe Hele Pendopo Adat Ondofolo Yanto Eluay itu. Pemuda adat Tabi berharap jangan hancurkan persatuan masyarakat wilayah adat Tabi.

Demikian harapan itu diungkapkan langsung oleh Edison Awoitauw selaku pemuda adat Tabi kepada Papuaunik.com ketika dikonfirmasi melalui via seluler, terkait acara penutupan Kongres yang diwarnai dengan pengukuhan Benhur Tommy Mano (BTM) sebagai Gubernur Papua Tabi.

Menurut Edison Awoitauw bahwa, kongres ini sangat baik, karena ini merupakan suatu semangat untuk bangkit menyongsong masa depan masyarakat adat tabi yang lebih baik, khususnya dalam implementasi UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otsus Papua Jilid 2 .

“Walaupun kami tidak hadir mengikuti pelaksanaan kongres tapi tetap mendukung dan memberikan apresiasi, dengan harapan dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis menyangkut jatidiri, harkat dan martabat Masyarakat Hukum Adat yang berada di Wilayah Adat Tabi, sesuai thema kongres yakni “Mengangkat jati diri, spritual, dan martabat masyarakat tabi, untuk bersatu, berkarya, maju dan sejahtera di erah otsus papua fase 2 dalam bingkai NKRI,” ucap Edison Awoitauw kepada di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Jum’at (24/09) malam.

Menurut mantan ketua DPRD Kabupaten Jayapura periode 2014 – 2019 itu bahwa, dirinya sangat menyayangkan diakhir dari kongres ada keputusan bernuansa politik dengan dikukuhkannya Walikota Jayapura Pak BTM sebagai Gubernur Papua Tabi.

“Hal ini dinilai kurang elok, jangan menggeneralisir Masyarakat Hukum Adat Tabi lewat kongres untuk kepentingan politik, seharusnya total tentang eksistensi masyarakat adat dan kesejahteraannya, bagaimana hak-hak mereka atas tanah, hutan, air, serta tatanan hukum adat dan budaya, sudah dihargai dan dihormati, terlebih khusus sebagai warga negara apakah sudah mendapatkan kesejahteraan dengan adanya kebijakan negara selama Otsus jilid 1 bergulir,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat sebagai ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Jayapura itu menuturkan, banyak hal mendasar dan lebih penting yang harus dievaluasi dan dibahas, dirumuskan bersama dan menjadi suatu keputusan strategis dalam kongres untuk ditindaklanjuti ke pemerintah, misalnya penegakan dan supremasi hukum adat sebagai pijakan masyarakat hukum adat sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi UUD 1945 khususnya Pasal 18 B Ayat ( 2 ) tentang pengkuan dan penghormatan terhadap Masyarakat Hukum Adat ( MHA ), apakah ruang penyelesaian masalah dalam lingkup adat sudah berjalan secara baik tanpa diintervensi hukum formal atau positif, misalnya saat ini kasus pembakaran rumah yang dilakukan oleh seorang pemimpin masyarakat hukum adat Ondofolo Yanto Eluay, ini contoh kasus yang bisa dirumuskan dan disikapi dalam keputusan kongres, karena ini masalah dalam tatanan adat yang wajib penyelesaiannya di para-para adat sebagai penghormatan terhadap hukum adat.

“Kami berharap kongres ini betul-betul berorientasi pada kepentingan masyarakat hukum adat tabi, terlebih khusus lewat kongres ini kita bangun sinergitas dan soliditas masyarakat adat tabi untuk kemajuannya sehingga merasakan kesejahteraan dengan adanya otsus jilid dua,” pungkasnya.

“Dengan adanya pengukuhan Pak BTM yang juga walikota jayapura sebagai gubernur tabi kami sangat sesali karena tendensi politik terbawa dalam musyawarah masyarakat adat tabi dan ini sebagai suatu keputusan yang keliru dan bukan dalam momen yang tepat karena akan menimbulkan perpecahan dimasyarakat hukum adat tabi, mengapa saya pertegas ini sebab anak-anak adat tabi yang berpotensi untuk maju dalam pemilukada provinsi tabi bila dimekarkan, sangat banyak, perlu kita hargai dan hormati semangat dan motivasi mereka untuk menjadi pemimpin daerah,” harap Edison Awoitauw.(Tinus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

45 − 41 =