Pemerintah Pusat diminta kembalikan ukiran Kampung Yoboi yang ada di Jerman

Papuaunik, – Tokoh Adat Sentani, Kabupaten Jayapura Provinsi Papua, meminta kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk segera mengembalikan ukiran kampung Yoboi yang saat ini berada di Museum Negara Jerman.

Demikian permintaan itu datang dari, Ondofolo Kampung Babrongko Ramses Wally ketika dikonfirmasi wartawan terkait adanya pencanangan kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura sebagai desa wisata oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

“Pada tahun 50an kampung Yoboi ini sudah terkenal sebagai kampung wisata dengan ukuran-ukirannya yang sebagian besar ada di museum Negara Jerman . Untuk itu kami minta melalui Bupati Jayapura, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi, dan kementerian terkait untuk bisa kembalikan hasil karya tersebut,” ujar Ramses Wally, Selasa (21/09).

Katanya, dirinya berharap dalam waktu dekat Kementerian terkait bisa membuat satu tim yang melibatkan masyarakat kampung untuk pergi mengambil hasil karya kampung Yoboi di Jerman.

“Sekarang kampung Yoboi sudah menjadi satu-satunya kampung wisata di Papua. Untuk itu kami minta hasil karya yang ada di Jerman itu dikembalikan, supaya kita bisa pajang di kampung Yoboi, yang mana wisatawan yang datang bisa melihat hasil karya tersebut,” paparnya.

Menurutnya, ukuran tersebut merupakan harga diri kampung Yoboi. Sehingga diharapkan secepatnya harus dikembalikan ke asalnya.

Lanjutnya, perlu diketahui bahwa pada tahun 50an kampung Yoboi sudah menjadi kampung wisata dengan keunikan-keunikan ukirannya. Untuk itu jangan berfikir baru diketahui sebagai kapung wisata, melainkan sebelumnya sudah dicap sebagai kampung wisata. Karena memiliki keunikan tersendiri.

“Oleh karena itu dengan penuh besar hati, kami minta tolong dikembalikan ukiran kita. Karena degan adanya ukiran tersebut di kampung Yoboi, tentunya ukiran itu akan menceritakan dunia pariwisata pada masanya, yakni pada tahun 50-an tersebut, dan dengan begitu wisatawan maupun dunia akan tahu bahwa kampung Yoboi memang kampung wisata yang sebenarnya, yang mana sudah ada di tahun 50an,” paparnya.

Perlu diketahui bersama bahwa kampung Yoboi ini bukan berdiri sendiri, melainkan ia berdampingan dengan kampung tetangganya, yang biasanya disebut Yosiba yang mana kepanjangannya adalah, Yoboi, Simporo dan Babrongko.

“Ketiga kapung ini merupakan satu kesatuan yang kedekatannya erat. Sehingga dengan adanya pencanangan kampung Yoboi sebagai kapung wisata, ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi kami, tetapi juga memberikan kekuatan kepada kami untuk tetap menjaga kearifan lokal budaya yang ada di kampung,” ungkapnya.(Tinus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 71 = 76