Kantor KPU Papua ditempel spanduk penolakan pegawai non oganik

Papuaunik, – Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua dengan alamat Jalan Raya Kelapa Dua Entrop, Kota Jayapura atau tepatnya di samping redaksi Kantor Harian Cenderawasih Pos yang lama, pada Senin (20/09) sekitar pukul 12.10 WIT dipasangi spanduk penolakan penerimaan pegawai non organik KPU untuk duduki jabatan sekretaris definitif KPU tingkat kabupaten/kota.

Pantauan di lapangan, spanduk yang kira-kira lebar satu meter panjang dua meter, sengaja dipasang di pintu masuk kantor tersebut yang disewa sejak dua tahun terakhir setelah terbakarnya kantor utama pada medio 2019.

Spanduk itu berlatar belakang warna kuning kemerahan dengan isi tulisan “Menolak Pengusulan Pegawai Non Organik Sekretaris KPU di II Kabupaten dan Meminta Sekretaris KPU provinsi menindaklanjuti SK Sekjen Nomor 336/SDM.05.5-KPT/05/IV/2021”.

Spanduk ini seakan-akan menunjukkan adanya ketidak-harmonisan di dalam kantor penyelenggara pemilu itu atau dengan kata lain sedang ada aksi demo damai yang dilakukan oleh staf organiknya.

Salah satu staf KPU yang ditemui di pintu masuk, yang coba di konfirmasi mengaku bahwa aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah pegawai dan sedang gelar pertemuan di gedung lantai tiga.

“Lagi pertemuan di lantai tiga,” katanya berseloroh.

Setelah mendapatkan akses masuk ke dalam, terlihat suasana kantor yang lengang mungkin bukan masa pemilu, namun ada beberapa staf yang berdiri di dekat pintu masuk. Sementara di dalam ruangan lantai satu ada sejumlah staf honor dan organik yang terlihat sibuk bekerja dan bersenda gurau.

Spanduk yang berisikan aspirasi dari pegawai organik KPU Provinsi Papua

Di lantai dua, merupakan ruangan para komisioner, terlihat satu dua pegawai yang duduk dan di lantai tiga dibagi dua atau tiga bagian ruangan. Di lantai ini biasanya digunakan sebagai ruang rapat atau pertemuan.

Salah satu ruangan di lantai tiga ini terlihat ada sejumlah pegawai yang sedang duduk di meja yang diatur berbentuk kotak, sepertinya akan digelar rapat terkait pemasangan spanduk yang dimaksud.

Terlihat, pejabat di sekretariat KPU Papua, Mikha Sraun dan Ibu Seni yang masuk dalam ruangan rapat bertemu dengan sejumlah pegawai organik lainnya.

Tak lama kemudian, Ibu Beatrix meminta kepada yang tidak berkepentingan untuk keluar ruangan karena rapat akan digelar direncanakan dipimpin oleh Sekretaris KPU Papua Rylo M Panai guna membahas soal aspirasi yang ada di dalam spanduk.

“Teman-teman tolong keluar,” katanya sambil menutup pintu rapat di ruang lantai tiga KPU Papua.

Hingga berita ini disiarkan, rapat masih berlangsung. Para pihak yang coba dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi terkait aksi pemasangan spanduk yang ditempel di atas pintu masuk kantor.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

50 − 45 =