Ideologi Papua merdeka adalah ideologi yang sesat

Pengantar

Berbagai dinamika banyak menuai suatu proses, baik itu proses positif maupun proses negatif, dan hal tersebut sudah sering terjadi di Provinsi paling timur Indonesia yaitu Papua. Papua sering di sebut sebagai mutiara hitam yang berkilau, tanah penuh berkat, tanah penuh dengan susu dan madu , dan sorga kecil yang jatuh ke bumi, tetapi apa kah semua analogi tersebut benar-benar menggambarkan suatu realita yang terjadi di Papua ?

Pertanyaan ini terkadang membuat saya tak bisa tidur dengan pulas, bahkan jika mengingat berbagai kejadian-kejadian tragis yang terjadi di Papua, maka sudah tentu hal itu seperti sebuah mimpi buruk, pembantaian, pembunuhan, pemerkosaan, pembakaran, penculikan dan aksi-aksi kekerasan yang terjadi di Papua hanya di picu oleh sebuah harga ideologi yaitu “ideologi Papua merdeka” harga yang sebenarnya tak sama nilainya dengan nyawa manusia, maupun korban materil yang sudah terjadi di Papua.

Ideologi Papua merdeka sendiri sebenarnya merupakan rasa sakit hati yang di tinggalkan Belanda sebagai luka untuk orang Papua, padahal sebenarnya Belanda lah yang tak mau melepaskan Papua ke tangan Indonesia. Saya tak mau panjang lebar membicarakan sejarah integrasi Papua karena saya sendiri adalah generasi muda Papua yang lahir di era Indonesia, artinya saya sudah sudah merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya sebagai seorang warga negara Indonesia yang legalitasnya tercatat di lembaran negara, artinya Papua sudah di akui di PBB dan oleh negara-negara di dunia sebagai bagian yang sah dari NKRI. Jadi menurut saya ideologi Papua merdeka adalah ideologi yang sesat.

Ideologi yang sesat

Perjuangan suatu bangsa yang besar untuk mencapai suatu kemerdekaan di tentukan oleh suatu ideologi yang dapat mengatur seluruh pola bernegara , sehingga negara tersebut menjadi kuat dan kokoh, seperti halnya negara kita Indonesia yang memiliki ideologi Pancasila yang dapat mengatur dan mempersatukan seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia, sudah tentu idelogi yang benar adalah ideologi yang selalu membimbing rakyat dan negaranya ke jalan yang benar, termasuk mengatur norma-norma sosial yang positif. Ideologi sendiri adalah suatu kumpulan gagasan, keyakinan, ide-ide dasar yang bersifat dinamis.

Namun ada juga ideologi yang membuat rakyatnya menderita, bahkan meregang nyawa hanya karena sebuah ideologi, rakyat akan di buat begitu menderita jika mengikuti suatu ideologi yang tergolong sesat, salah satu contoh kongkrit adalah ideologi Papua merdeka. Alih-alih mendirikan suatu ideologi untuk membentuk suatu negara Papua yang berdaulat, namun para pengikutnya tidak memiliki suatu prinsip dan pola hidup berdasarkan hukum Tuhan , sehingga keyakinan tersebut menjadi sia-sia belaka, bahkan rakyat Papua menjadi korban.

Sebagian rakyat Papua dipaksa untuk mempercayai suatu ideologi yang tidak memiliki dasar yang hukum kuat untuk membentuk suatu negara berdaulat yang di akui oleh dunia internasional. Dasar ideologi perjuangan Papua merdeka di deklarasikan oleh kelompok-kelompok barisan sakit hati yang sudah di tipu oleh sistem intelijen Belanda pada masa peralihan Irian Barat dari Belanda ke Indonesia, politik adu domba yang di lakukan oleh Belanda sukses untuk mengadu domba sesama orang Papua pada waktu itu.

Belanda juga sukses membentuk suatu organisasi yang di namakan! Organisasi Papua Merdeka dengan sayap militernya yaitu Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (TPN PB / OPM). Jika kita melihat prilaku TPN PB / OPM maka kita sudah tentu dapat mengkategorikan organisasi ini sebagai organisasi teroris.

Ktegori tersebut bukan tanpa alasan sebab aksi-aksi mereka meneror masyarakat sipil, membakar fasilitas umum, melakukan pemerkosaan, membunuh rakyat sipil dan aparat keamanan. Aksi-aksi tersebut sudah dapat di kategorikan sebagai aksi terorisme, bahkan pemerintah juga telah menetapkan status TPN PB OPM sebagai organisasi teroris, sehingga penyebutan organisasi ini menjadi Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP).

Kembali lagi ke judul tulisan ini, sebenarnya jika kita melihat dengan seksama maka prilaku daripada kelompok separatis teroris ini sudah melewati batas kewajaran, rakyat sipil yang tak tahu apa-apa turut serta di bantai, di bakar, di perkosa dan di bunuh secara sadis. Bahkan beberapa hari lalu tepatnya hari Senin, 13 September 2021 Kelompok Separatis Teroris Papua ( KSTP ) daerah operasi Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo menyerang secara membabi buta masyarakat sipil dan fasilitas kesehatan serta fasilitas umum di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang.

Mereka juga membantai serta melecehkan tiga orang perempuan yang berprofesi sebagai tenaga medis yang mengabdikan dirinya untuk melayani masyarakat asli Papua di Pegunungan Bintang dengan tulus. Menurut kesaksian tenaga medis yang selamat, tiga orang tenaga medis lompat ke jurang , tetapi kemudian mereka berhasil di tanggkap oleh KSTP bahkan setelah di tangkap, pakaian mereka di lucuti hingga telanjang, kemudian mereka di siksa seperti binatang, bahkan mohon maaf, kemaluan mereka di tikam dan dilukai oleh para pelaku, dan endingnya salah satu tenaga medis atas nama Gabriella Meilani (22) asal Besum Genyem, Kabupaten Jayapura harus tewas secara mengenaskan, sungguh tragis nasib para Nakes di saat mereka ingin mengabdikan hidupnya untuk Papua, justru mereka harus terluka, tersiksa, bahkan kehilangan nyawa secara tragis.

Kejadian di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang adalah salah satu dari banyaknya kejadian yang di lakukan oleh KSTP atas nama Ideologi Papua Merdeka. Dengan melihat kejadian-kejadian yang di lakukan oleh KSTP tersebut apa kah Ideologi Papua Merdeka masih relevan untuk di perjuangkan ?, menurut saya ideologi papua merdeka adalah suatu ideologi yang sesat, sehingga siapapun yang memperjuangkan ideologi tersebut akan membunuh atau dibunuh, pengikut ideologi tersebut akan tersesat secara objektif dan subjektif , mereka akan melakukan dosa – dosa yang melanggar aturan hukum negara , hukum Tuhan dan hukumannya adalah maut.

Beberapa ciri-ciri kelompok atau individu pengikut ideologi Papua merdeka

Adapun ciri – ciri idelogi papua merdeka yang sesat adalah sebagai berikut :

  1. Menganggap bahwa manusia lain yang bukan sesama ras atau suku adalah musuh yang harus di bantai.
  2. Menganggap bahwa ras pengikut ideologi tersebut adalah ras yang unggul sehingga, kelompok pengikut ideologi ini tidak menghargai ras atau suku lain dari luar Papua.
  3. Menerapkan prinsip oligarki kesukuan sehingga hanya suku tersebut saja yang di lindungi.
  4. Selalu menggunakan cara-cara kekerasan, pembunuhan , pembantaian, pembakaran , untuk menyelesaikan suatu persoalan sehingga korban akan terus berjatuhan , baik itu korban jiwa maupun korban materil.
  5. Selalu melawan Pemerintahan yang sah dengan berbagai alasan yang tidak tepat.
  6. Menggunakan propaganda berita-berita Hoax untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah.
  7. Menggunakan Hak Asasi Manusia HAM) sebagai dalil untuk perjuangan idelogi politik.
  8. Menggunakan momen tertentu untuk menyerang aparat keamanan dan pemerintahan yang sah.
  9. Menggunakan agama sebagai pembanding untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah.
  10. Suka meneror rakyat sipil dan aparat keamanam, merampok, merusak fasilitas umum, membunuh bahkan melakukan kejahatan seksual kepada warga masyarakat yang tidak tidak bersalah.
  11. Memiliki rasa takut yang berlebihan (Paranoid), memiliki rasa curiga yang berlebihan kepada negara dan kepada orang lain.

Dengan melihat beberapa ciri-ciri ideologi Papua merdeka yang sesat maka saya ingin rakyat Indonesia, lebih khususnya rakyat di Papua dapat mejadikan tulisan singkat saya ini sebagai bahan acuan untuk menilai suatu ideologi yang benar-benar dapat membimbing kita menjadi suatu individu kelompok dan negara yang selalu memiliki rasa persaudaraan serta kasih kepada setiap manusia tanpa membeda – bedakan status sosial, agama, rasa, warna kulit dan sebagainya.

Semoga mereka yang menjadi korban keganasan para pengikut idelogi papua merdeka yang sesat dan korban kebiadaban KSTP hingga kehilangan nyawa dapat di terima di sisi Tuhan yang maha esa.

Pesan saya kepada seluruh warga negara Indonesia dimanapun berada, diluar negeri, dan yang mendiami Aceh hingga Papua, mari kita bersatu bersama – sama melawan segala bentuk ketidakadilan yang mengatasnamakan ideologi apapun, sebab sebagai warga negara indonesia yang baik, kita sudah di ajarkan oleh ideologi Pancasila dan nilai-nilai luhurnya untuk bersama-sama hidup secara rukun, bermoral, dan bermarbat serta menjaga toleransi, menjaga kebhinekaan dan menjaga persatuan san kesatuan bangsa dalam suatu negara Indonesia yang besar. Pancasila akan selalu menjadi perekat yang tak lekang oleh waktu dan menjadi dasar hidup rukun dalam nilai ke Tuhanan yang kekal.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk para tenaga medis yang mengabdikan hidupnya untuk tanah Papua, dan yang telah pergi menghadap Sang Khalik

Salam sehat

Assalualaikum
Shaloom
Omsiwastyastu
Nahmo budhaya
Salam sejahtera

Oleh : Ali Kabiay

Amaz Eso

Ketua Pemuda Adat Wilayah II Saireri Nabire

Ketua DPD Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua

Papua Indonesia , 17 /09/21

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + = 11