Hengki Yoku : PON Papua tidak ada artinya tanpa peran wartawan

Papuaunik, – Ketua LSM Papua Bangkit, Hengki Yoku berpendapat bahwa PON XX Papua tidak ada artinya tanpa adanya peran aktif dari para wartawan atau awak media dalam mempublikasikan informasi.

Hal itu diungkapkannya ketika dirinya mengetahui bahwa tak adanya perhatian yang baik bagi sejumlah awak media di Kabupaten Jayapura. Oleh karena itu, Hengki meminta kepada Sub PB PON setempat untuk bisa memberikan porsi yang baik sesuai kebutuhan.

“Sebagai masyarakat pastinya akan mengikuti perkembangan penggelaran PON melalui berita-berita yang digarap para awak media, dan dengan begitu masyarakat mengikuti perkembangan seputar PON. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kontribusi yang besar bagi pemerintah setempat. Untuk itu berikanlah porsi yang baik bagi mereka,” ucap di Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (16/09).

Menurutnya, sejauh ini mungkin ada hal-hal yang belum diselesaikan dengan baik oleh tuan rumah, sehingga dengan adanya peran aktif dari para awak media tentu bisa menutupi kekurangan-kekurangan yang ada melalui berita yang dipublikasikan. Hengki berharap, bidang terkait bisa memberikan perhatian yang baik bagi para awak media.

“Sebagai tuan rumah tidak memberikan porsi yang baik kepada media lokalnya, maka dampaknya ini akan menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan bersama pada PON ini. Oleh karena itu saya harap berikanlah perhatian yang baik, agar mereka juga bisa memainkan perannya pada momen ini,” pintanya.

Katanya, tentunya perlu diberikan apresiasi yang tinggi kepada para awak media, karena selama ini mereka selalu menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi yang baik seputar PON. Sehingga ia meminta secepatnya bidang terkait bisa mengurus nasib mereka.

“Diharapkan secepatnya Sub PB PON Klaster Kabupaten Jayapura dalam hal ini bidang terkait, bisa mengambil langkah yang baik untuk mengakomodir para awak media ini jelang PON berlangsung, yang mana bidang terkait bisa mengatur baik hak mereka,” paparnya.

Hengki menilai publikasi soal PON XX Papua sangat kurang.(Tinus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 79 = 80