Kabaintelkam Polri kutuk pelaku kekerasan di Pegunungan Bintang

Papuaunik, – Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Komjen Pol Paulus Waterpauw mengutuk kekerasan yang terjadi di Kiwirok dan Okhika, Kabupaten Pegunungan Bintang hingga jatuhnya korban jiwa dan materi.

“Saya selaku Kabaintelkam tetapi juga sebagai senior Papua mengutuk perbuatan para pelaku tersebut karena sangat keji dan tidak berperikemanusiaan,” katanya melalui pesan media sosial, Kamis (16/09).

Menurut dia, perbuatan para pelaku sangat kejam dan telah menodai nilai-nilai kemanusiaan, apalagi yang dikabarkan tewas adalah tenaga kesehatan yang telah mengabdi di distrik terjauh dari ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, yang seharusnya mereka dilindungi.

Untuk itu, lanjut mantan Kapolda Sumut dan Papua itu, meminta agar pimpinan aparat keamanan di Papua untuk segera menyikapi agar peristiwa itu tidak meluas dan menegaskan kehadiran negara dalam kasus tersebut.

“Kapolda Papua dan jajaran harus bisa memburu para pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka,” pintanya.

Jenderal bintang tiga Polri ini menegaskan bahwa para pelaku tersebut telah membuat kekacauan yang bisa berimbas pada sendi kehidupan dan pembangunan yang sedang digalakkan oleh pemerintah.

“Agar kelompok ini tidak terus menerus melakukan perbuatan kekacauan, kekerasaan sejenis ini lagi pada masa yang akan datang. Karena pemerintah sedang sibuk membangun membuka terus tabir kehidupan masyarakat Papua kedepan,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, Suster Gabriela Meilan (22 tahun) dan Suster Kristina Sampe Tonapa yang dikabarkan hilang saat aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ditemukan pada kedalaman sebuah jurang di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Aparat TNI Polri berhasil menemukan keduanya. Sayang, Gabriela ditemukan tak bernyawa. Sementara rekannya, Suster Kristina Sampe Tonapa yang dalam keadaan luka disekujur tubuhnya dan selamat dari kejaran KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alipki Taplo.

Suster Kristina ditemukan selamat dengan luka tusuk dan memar di sekujur tubuhnya, mulai dari bagian kepala hingga kaki.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

50 + = 51