Wartawan di Kabupaten Jayapura sulit liput gebyar PON XX

Papuaunik.com, – Wartawan media lokal di Kabupaten Jayapura kesulitan akses masuk untuk meliput Gebyar PON XX yang digelar di Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (15/09) pagi.

Sejumlah wartawan media lokal di Kabupaten Jayapura hanya bisa memantau dari luar pagar saja, layaknya masyarakat biasa.

Pantauan wartawan Papuaunik.com pada momen itu, para kuli tinta tidak memiliki jalur khusus atau akses masuk dari Bidang Humas Sub PB Klaster Kabupaten Jayapura.

Status awak media terkesan disamaratakan dengan masyarakat maupun para pengunjung yang ingin melihat Gebyar PON XX yang digembar-gemborkan sebelumnya, sehingga tidak dapat materi berita yang baik untuk disebar-luaskan. Sejumlah awak media memilih meninggalkan lokasi acara.

Sulitnya akses masuk, hal ini diduga bisa terjadi karena adanya keterlambatan informasi dari bidang terkait. Sehingga para awak media tidak memiliki persiapan yang baik untuk mencari akses masuk atau jalur khusus untuk meliput.

Sekedar diketahui bahwa sejauh ini nasib para jurnalis di Kabupaten Jayapura terkait PON belum ada kejelasan yang pasti, dikarenakan satu dan lain hal yang terjadi didalam bidang terkait. Sehingga hal inilah yang menyebabkan sejumlah awak media lokal di Kabupaten Jayapura tidak mendapatkan perhatian yang serius seperti di klaster lainnya, yakni Kota Jayapura, Merauke, dan Mimika yang sudah mendapatkan kejelasan nasib yang pasti.

Pagelaran PON tinggal menghitung hari saja, yang mana peran media lokal sangat penting dalam memberikan informasi yang baik untuk menjaga nama baik daerahnya. Sehingga perlu ada perhatian khusus dari daerah setempat untuk menjawab kebutuhan para awak media, dalam menjalankan tugasnya pada momen PON. Namun sampai saat ini jurnalis di Kabupaten Jayapura belum menjalankan tugasnya dengan baik, karena kebutuhannya belum dipenuhi oleh bidang terkait.

Wartawan Papuaunik.com berupaya konfirmasi soal hal ini kepada pejabat Humas Sub PB PON Klaster Kabupaten Jayapura hingga Rabu tengah malam lewat telepon dan pesan singkat via media sosial, namun hingga berita ini dibuat atau disiarkan belum memberikan tanggapan.

Pesan singkat via media sosial yang dikirimkan hanya dibaca belum ditanggapi.(Tinus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

54 − = 51