PON XX Papua Dinilai Pekan Olahraga Para Pejabat

Papuaunik, – Agenda nasional yang direncanakan akan berlangsung pada dua sampai lima belas Oktober 2021 mendatang di Provinsi Papua itu, dinilai bukan Pekan Olahraga Nasional (PON) melainkan Pekan Olahraga para Pejabat.

Demikian penilaian itu datang dari Ketua LSM Papua Bangkit, Hengki Yoku saat dikonfirmasi wartawan terkait banyaknya spanduk pejabat yang ditampilkan di muka umum, ketimbang para atlet jelang PON berlangsung.

“Agenda nasional yang berlangsung di Provinsi Papua ini, seolah-olah pekan olahraga para pejabat. Karena hampir sepanjang tahun, kurang lebih lima tahun terakhir ini yang ditampilkan di muka umum itu wajah-wajah para pejabat, dalam hal ini ketua panitia, ketua harian, ketua bidang, wakil ketua satu dua dan seterusnya, ketimbang para atlet kita,” ucap Hengki Yoku saat dikonfirmasi wartawan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (15/09) sore.

Lanjutnya, untuk apa banyak ditampilkan wajah parah pejabat. Seharusnya yang ditampilkan itu wajah para atlet, supaya masyarakat tahu bahwa cabor dayung atletnya ini, terus cabor renang atletnya ini, dan seterusnya.

“Jadi selama kurang lebih lima tahun terakhir jelang PON, atlet-atlet dari masing-masing cabor itu ditampilkan dimuka umum, supaya masyarakat tahu atlet-atlet di setiap cabor. Karena itu artinya Pemerintah melibatkan masyarakat dalam PON ini, yang mana secara tidak langsung mereka telah mengikuti perkembangannya,” paparnya.

Menurutnya, kalau sepanjang tahun yang ditampilkan hanya waja para pejabat saja, maka tentunya masyarakat akan tersisih, yang mana mereka tidak merasakan bagian dari penggelaran PON, melainkan hal ini merupakan hiruk pikuk eforia para pejabat.

“Oleh karena itu kita berharap, para atlet atau olahragawan di setiap cabor dari Provinsi Papua, itu harus ditonjolkan, supaya ada kebanggaan tersendiri dari para atlet maupun masyarakat. Agar mereka bisa merasakan bahwa mereka adalah bagian dari Pekan olahraga Nasional ini,” ungkapnya.

Katanya, kalau hanya para pejabat saja yang ditampilkan, maka sepertinya semuanya ini di take over oleh para pejabat yang kemudian bisa muncul penilaian bahwa PON ini merupakan pesta pejabat untuk hura-hura para pejabat saja. Sehingga nantinya akan menjadi pertanyaan bahwa dimana porsinya masyarakat.

“Akibat dari adanya pejabat yang banyak ditampilkan, tentunya kemungkinan besar setelah pengelaran PON, nasib para atlet kita akan sangat malang, yang mana dampaknya juga akan bermuara pada Venue-venue yang dibangun megah ini. Yakni venue ini kemungkinan tidak terawat dengan baik, karena tidak adanya perhatian bagi para atlet,” ujarnya.(Tinus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − = 9