Memanasnya Konflik Kepentingan Lukas Enembe Versus Tito Karnavian Di DPRP Papua

Peristiwa deadlock sidang paripurna DPRP Papua hari ini, 13 September 2021, adalah sesungguhnya perang politik atau konflik kepentingan antara pendukung Lukas Enembe, Gubernur Papua versus pendukung Tito Karnavian, Pemerintah Pusat.

Ridwan Rumasukun ( RR ) yang diangkat sebagai sekda Papua oleh Gubernur Enembe, ditolak kehadiranya. Bahkan dipodium sidang, RR dinilai ” orang tidak jelas ” oleh salah seorang anggota DPRP Papua. Kalimat orang tidak jelas menyulut kemarahan RR dan anggota DPRP Papua kubuh Enembe. Mereka kemudian walk out dari ruang sidang.

Kubuh Gubernur Enembe merasa dilecehkan. Situasi ini berpotensi memantik kemarahan pendukung Gubernur Enembe yang lebih luas. Kebijakan Tito Karnavian, Mendagri, yang tidak tegas kepada Gubernur Enembe soal kebijakannya mengangkat RR sebagai plt sekda Papua, adalah bom waktu yang bisa meledak kapan saja.

Dalam konteks isu dualisme Sekda Papua, Tito Karnavian selaku Mendagri, harusnya bertindak tegas dan memastikan hukum dipatuhi oleh pejabat Gubernur dan elit politik Papua. Surat Keputusan Presiden Jokowi yang mengangkat Dance Flassy sebagai Sekda Papua definitif, itu instrumen kedaulatan negara dan simbol marwah lembaga kepresidenan.

Ketika ada pejabat negara seperti Gubernur atau Bupati tidak menghormati dan mengindahkan surat keputusan Presiden, itu bentuk tindakan pelecehan terhadap marwah lembaga kepresidenan dan penghinaan atas kedaulatan negara.

Dalam konteks sikap membangkan Gubernur Enembe terhadap Surat Keputusan Presiden, ini sudah membuktikan bahwa Tito Karnavian gagal menjaga nama baik lembaga kepresidenan dan Presiden Jokowi sendiri. Mendagri adalah ujung tombok yang mengawal implementasi surat keputusan Presiden tersebut.

Bapak Presiden harus mengevaluasi kinerja Tito Karnavian selaku mendagri. Muncul persepsi publik bahwa Mendagri sangat buruk komunikasi publiknya dengan Papua. Dan terkesan terlalu menghegemoni kebijakan – kebijakan Pemerintah Provinsi Papua. Mendagri masih cukup dominan gunakan perspektif Jakarta untuk mengurus Papua. Tindakan yang sangat keliru dan tidak tepat.

Perlu Jakarta pahami bahwa Gubernur Enembe bukan Gubernur yang bisa dengan mudahnya didikte dan diintervensi kebijakannya. Gubernur Enembe hanya menghormat Presiden Jokowi. Selain Presiden Jokowi, tidak ada yang simbol politik negara di Jakarta yang Gubernur Enembe hormati.

Oleh karena itu, komunikasi publik Tito Karnavian dengan Gubernur Enembe, harus segera diperbaiki dan dibentuk dengan saling menghormati kewenangan masing – masing. Jangan memaksakan kepentingan Jakarta dalam isu jabatan Sekda Papua.

Gubernur Enembe adalah poros utama pusaran konflik Papua. Papua bisa semakin memanas situasi politik dan keamanannya jika pelecehan terhadap RR sebagai Plt Sekda didukung Jakarta. Tito Karnavian harus ikut bertanggungjawab dalam kegaduhan politik di DPRP Papua hari ini. Pendukung Gubernur Enembe sudah marah karena dilecehkan dan direndahkan. Mereka telah walk out dari ruang rapat DPRP Papua.

Sebelum mereka ke basis akar rumput pendukung Gubernur Enembe, yang sudah mengkampanyekan ” walk out ” dari Indonesia untuk kembali ke komunitas Melanesia, Tito Karnavian harus segera antisipasi situasi deadlock DPRP Papua hari ini.

Jangan Tito Karnavian mencoba membentuk masa depan Papua berdasarkan pengalaman dan kepintarannya. Karena pada ujungnya hanya akan membangun perseteruhan dengan Gubernur Enembe. Banyak elit politik Papua yang berutang budi kepada Gubernur Enembe, dan siap pasang badan membelanya. Gubernur Enembe perna berkata ” saya adalah Gubernur NKRI terakhir di Papua ” kepada pendukungnya.

Pernyataan politik ini bisa ditafsirkan sebagai bentuk peringatan keras kepada Tito Karnavian dan Jakarta untuk berhati-hati mengurus Papua di era kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe. Karena basis massa Gubernur Enembe adalah kelompok garis keras, yang pegang teguh komitmen politik Papua merdeka harga mati. Terimakasih.

Oleh: Marinus Mesak Yaung

Dosen dan Pendeta di Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + = 10