Ini klarifikasi soal berita utang pelatihan jurnalis peliput PON

Papuaunik, – Ini klarifikasi soal pemberitaan pelatihan jurnalis peliput PON XX Papua yang menyisahkan utang terkait pelatihan yang telah dilaksanakan di Hotel Grand Allison Sentani, Kabupaten Jayapura pada 20 – 21 Agustus 2021, yang diklaim belum dibayar oleh Sekretariat Sub PB PON Kabupaten Jayapura.

“Saya Paskalis Keagop, menyampaikan permohonan maaf, dan klarifikasi terhadap pers rilis sebelumnya dengan judul ‘Utang Pelatihan Jurnalis Peliputan Pon di Kabupaten Jayapura Belum Dibayar’ adalah keliru,” katanya dalam rilis yang diterima redaksi Papuaunik.com di Jayapura, Senin (13/09) malam.

Menurut dia, soal ini perlu diklarifikasi setelah dipresentasikan kepada pihak terkait. “Sehingga saya perlu klarifikasi hal tersebut antara lain, pelaksanaan pelatihan jurnalis sesuai pernyataan kami yang telah dilaksanakan pada 20 – 21 Agustus 2021 di Hotel Grand Allison Sentani, adalah pelatihan Admin Aplikasi SIMPON dan pelaksanaan pelatihan jurnalis adalah bagian yang diselenggarakan oleh Bidang Teknologi dan Informasi Komunikasi Sub PB PON Kabupaten Jayapura,” katanya.

Pelaksanaan pelatihan dimaksud adalah pelatihan yang dilakukan oleh Bidang TIK, sehingga tidak ada sangkut-paut dengan Humas Sekretariat. “Bahwa urusan kehumasan merupakan tupoksi sekretariat yang secara struktur berada pada Wakil Sekretaris 1 Bidang Sekretariat dan Hubungan Masyarakat, yang menurut pemahaman saya merupakan tugas yang melekat pada bidang TIK. Sehingga menyebabkan kesalahan persepsi dalam penulisan pers rilis berita,” ujarnya.

Lanjut dia, Bidang Humas Sub PB PON 20 Tahun 2021 Kabupaten Jayapura tidak pernah melaksanakan kegiatan dimaksud. Karena kegiatan tersebut tidak terdapat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) induk Sekretariat Sub PB PON Kabupaten Jayapura. “Kelima, pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang TIK adalah kegiatan yang dibiayai oleh Bidang TIK. Sehingga, pemberitaan ini out of konteks,” katanya.

Kemudian, pelaksanaan belanja 30 persen pada DPA sekretariat Bidang Humas sudah sesuai peruntukkan. Sehingga pernyataan bahwa belanja yang dikeluarkan adalah belanja pelatihan sangat tidak benar dan tidak berdasar. Karena untuk belanja Humas dengan nilai Rp 300 juta seperti yang telah diberitakan adalah belanja estimasi yang dibuat dengan perkiraan bahwa belanja ini adalah belanja pelatihan dan ini yang menjadi kekeliruan dalam menyampaikan informasi.

“Untuk belanja sewa dan belanja lainnya yang telah dilaksanakan dan dibiayai sesuai peruntukkan pada Bidang Humas seperti belanja pelatihan dan lain-lain dimasukkan dalam perubahan anggaran, dengan mengikuti mekanisme anggaran yang telah ditetapkan dengan baku, dan itu bukan menjadi tanggung jawab kami, sehingga pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap kegiatan tersebutlah yang akan berkoordinasi,” ujarnya.

Kepada Ketua Umum Sub PB PON XX tahun 2021 Kabupaten Jayapura, Wakil Ketua Umum 2, Ketua Harian, Sekretaris umum serta Wakil Sekretaris 1 Bidang Kesekretariatan dan Humas serta pihak-pihak yang telah disebutkan pada pers rilis pemberitaan media-media online yang telah beredar dan menimbulkan kegaduhan dan berdampak negatif, Paskalis sampaikan permohonan maaf atas kekeliruan yang telah dibuat.

“Permohonan maaf juga disampaikan kepada Saudara Demas Worumi, yang namanya tercantum dalam pers rilis sebelumnya yang disebutkan sebagai penanggungjawab pengguna anggaran Humas. Untuk itu disampaikan permohonan maaf. Demikian pers rilis klarifikasi ini dibuat untuk disampaikan kepada semua pihak melalui media massa. Terima kasih,” kata Paskalis pembuat pers rilis klarifikasi.(dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

86 + = 89