DPRP masih tunggu dua nama cawagub sebelum dibentuk pansus

Papuaunik, – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Jhoni Banua Rouw mengaku pihaknya masih menunggu dua nama calon wakil gubernur (Cawagub) dari tim koalisi Papua Bangkit Jild II untuk membuat panitia khusus (Pansus) Cawagub Papua.

Jhoni mengaku DPRP siap bekerja jika dua nama telah disepakati oleh tim koalisi dengan mendapat rekomendasi dari masing-masing DPP.

“Kita saat ini menunggu proses yang ada di koalisi sesuai dengan aturan, koalisi harus memutuskan dua nama kepada kami melalui Gubernur, kalau koalisi sudah final, kami akan segera membentuk pansus, kalau kita bentuk sekarang lalu Pansus mau kerja apa, kita tidak akan bisa bekerja tanpa ada surat usulan dari Koalisi,” katanya di sela-sela kunjungan di Stadion Utama Papua Bangkit di Kampung Harapan, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (10/09) sore.

DPRP, kata Banua pada prinsipnya tetap siap bekerja dan beharap adanya seorang wakil gubernur untuk mendampingi gubernur kedepan, tentunya sesuai mekanisme dimana tim koalisi akan mengirim dua nama yang harus mendapat rekomendasi DPP.

“ini yang harus digaris bawahi (rekomendasi DPP-red) , para pengurus ditingkat provinsi tidak punya kewenangan membuat rekomendasi kepada calon, partai politik adalah bersifat nasional, dan yang berwenang memberikan rekomendasi adalah tingkat pusat,” ungkap dia.

Siapapun calon wakil guernur yang diusulan oleh parai koalisi tidak masalah, siapa saja bisa diusulkan sepanjang disepakati oleh koalisi. “Tidak masalah, siapa saja boleh, selama koalisi bersepakat untuk dua nama, kita punya contoh di Biak Numfor yang hanya tiga partai, karena setiap partai mencalonkan calon masing-masing, saya pikir ini yang penting,” kata dia.

Politisi Partai Nasdem ini meminta kepada para pimpinan parpol ditingkat daerah agar dapat memberikan pemahaman poliitik yang baik kepada masyarakat, agar masyarakat tidak punya presepsi sendiri, sementara ada mekanisme yang harus dilakukan.

“Marilah para pimpinan partai ditingkat daerah memberikan pemahaman politik kepada masyarakat, agar rakyat kita tidak punya presepsi atau penilain bahwa ini yang benar, sementara ini ada mekanismenya,” terang dia.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

66 − = 59