Atlet PON belum dipastikan dapat akomodasi penginapan

Papuaunik, – Atlet PON Papua belum dipastikan mendapat akomodasi berupa penginapan yang memadai padahal pelaksanaan PON XX tinggal menghitung hari.

Demikian curhatan ini mengemuka dalam ‘Diskusi Kebangsaan Sitkamtibmas Negara bersama Komjen Pol Drs Paulus Waterpauw” di salah satu hotel ternama di Kota Jayapura, Papua, Kamis (09/09) malam.

“Hingga kini atlet kami belum mendapatkan kepastian nginap dimana selama perhelatan PON XX Papua,” kata salah satu peserta diskusi yang berlangsung selama dua jam lebih itu.

Pria paruh baya yang mengaku sebagai salah satu panitia pelaksana dalam suatu cabang olahraga itu juga menyampaikan bahwa sejumlah peralatan atau alat pendukung olahraga lainnya belum juga didapatkan, padahal target juara atau emas untuk PON kali ini cukup banyak.

“Bagaimana kita mau capai target, kalau seperti akomodasi penginapan saja tidak jelas. Seharusnya PON ini adalah acara untuk para atlet kita (Papua) meraih prestasi, berikanlah mereka fasilitas pendukung yang memadai, seperti tinggal di hotel, bukan tempat lainnya,” ungkap pria tersebut.

Menanggapi hal itu, Komjen Pol Paulus Waterpauw mengaku telah menerima berbagai laporan soal masalah atau kendala yang dialami oleh sejumlah cabor, termasuk hal-hal teknis lainnya.

“Terima kasih, hal ini juga sudah saya terima laporannya. Akan saya catat dan sampaikan ke pusat,” kata jenderal bintang tiga Polri itu.

Paulus berharap agar semua pihak ikut terlibat untuk menyukseskan perhelatan PON XX, selain target juara juga sukses sebagai penyelenggara dan tertib administrasi.

Selain soal akomodasi dan fasilitas, dalam diskusi yang dihadiri oleh para tokoh agama seperti KH Kahar Yelipele, tokoh adat Herman Yoku dan tokoh Papua Thaha Alhamid, mengemuka juga soal permintaan agar pemerintah membayarkan hak-hak masyarakat adat terkait penggunaan lahan untuk venue PON di Merauke.

“Harapannya Pak Jenderal bisa sampaikan kepada pemerintah, agar hak para ondoafi atau pemilik ulayat tanah ini dibayarkan segera usai PON,” kata salah satu peserta yang mengaku datang dari Kabupaten Merauke.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 12 = 20