PON Papua tanpa penonton Atau tidak, tunggu keputusan pusat

Papuaunik, – Pelaksanaan PON tanpa atau dengan penonton, diputuskan oleh Pemerintah Pusat. Saat ini panitia penyelenggara PON Papua dalam hal ini sub PB PON Cluster Kabupaten Jayapura, belum dapat memastikan penyelenggaraan pekan olahraga nasional tahun ini diikuti oleh penonton atau tidak. Karena hal itu akan diputuskan oleh pemerintah pusat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura,

Demikian hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie kepada sejumlah wartawan di Sentani.

Khairul Lie mengatakan, keputusan mengenai apakah kegiatan PON itu diikuti oleh penonton atau tidak masih menunggu keputusan pemerintah pusat .

“Bukan kita yang memutuskan tetapi itu nanti dari pemerintah pusat, sementara itu untuk menentukan adanya keterlibatan penonton atau tidak dalam penyelenggaraan PON Papua kali ini, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah capaian vaksin COVID-19 bagi masyarakat di wilayah yang akan menjadi pusat penyelenggaraan pekan olahraga nasional itu. Di mana target capaiannya harus mencapai 70 persen. Salah satu persyaratannya adalah capaian vaksin itu harus mencapai 70 persen,” ucap Khairul.

Ia menjelaskan, sementara ini di Kabupaten Jayapura khususnya di tiga distrik penyelenggara pekan olahraga nasional itu, capaian vaksin COVID-19 bagi masyarakat sudah memasuki 53 persen dari target keseluruhanya. Pemerintah memastikan pelaksanaan vaksin COVID-19 bagi masyarakat ini masih gencar dilaksanakan baik oleh pemerintah dan sejumlah stakeholder terkait. Pemerintah mengakui ada sedikit kesulitan untuk mengejar target masyarakat yang harus tervaksin. Hal ini disebabkan karena masyarakat lebih dulu terpengaruh oleh berita berita bohong atau hoax.

Karena itu, pemerintah terus mengajak masyarakat agar mengikuti program vaksinasi COVID-19 ini, sebagai upaya untuk mencegah dan membatasi penyebaran virus corona di tengah masyarakat.

“Kita terus mengajak masyarakat dengan melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk tokoh agama. Supaya membantu pemerintah mempercepat vaksin COVID-19 ini. Jangan percaya dengan berita hoax, sampai saat ini yang sudah vaksin tidak masalah. Tentunya sebelum divaksin akan ada scrining dari tim medis. Jadi kalau mau terlibat dalam PON, harus divaksin dulu,” paparnya. (Humas PON).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + 1 =