Pembakaran di Kompleks Bandara Sentani dilakukan sekelompok warga

Papuaunik, – Terbakarnya salah satu kompleks di Bandara Udara Sentani, Kabupaten Jayapura pada Senin (06/09) malam, diduga dilakukan oleh sekelompok warga.

“Polisi masih dalami kasus pembakaran yang terjadi di kompleks Bandara Sentani Kabupaten Jayapura,” kata Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Selasa (07/09).

Kata dia, peristiwa kebakaran di kompleks Bandara Sentani itu terjadi sekitar pukul 10 malam. “Yang dilakukan oleh salah satu kelompok yang juga tokoh adat atau ondoafi berinisial YE (49),” ungkapnya.

Pembakaran itu, lanjut dia, awalnya dipicu oleh pemasangan panggung gebyar PON XX di lapangan makam Theys Eluay. “Disitulah dari pihak korban Iryanto H. Ondi (38) menegur pekerja kenapa tidak meminta ijin dengan yang punya tanah, mendengar hal tersebut YE (49) tidak terima kemudian mengumpulkan masa dan mendatangi rumah korban yang kebetulan berada di deretan belakang Polsek Kawasan Bandara Sentani dan melakukan pembakaran sehingga tanpa disadari kebakaran tersebut merembet hingga ke Polsek Kawasan Bandara Sentani,” ujarnya.

Lanjut AKBP Fredrickus, hitungan sepintas ada sembilan petak ruko dan satu rumah tingkat milik korban, termasuk Polsek Kawasan Bandara, belum diketahui kerugian material akibat peristiwa tersebut.

“Dari peristiwa ini kami sudah mengamankan YE (49). Dia mengakui, bahwa yang memimpin 15 orang untuk melancarkan aksi tersebut” katanya.

Untuk, 15 orang itu sementara masih dalam pengejaran pihak kepolisian. “Kami disini normatif hukum terlepas dari ketokohan pelaku, tidak mempengaruhi proses hukum yang berjalan, tidak ada intervensi dari pihak keluarga korban maupun pelaku, kemungkinan diluar ada kesepakatan kami tidak tahu, tetapi kesepakatan itu akan menjadi pertimbangan di akhir, intinya kami mau bukti materil atau formil semua sampai di pengadilan,” ujarnya.

“Kami menghimbau kepada pihak keluarga korban kalau semua ini berjalan sesuai proses hukum, tidak ada yang main-main dalam peristiwa ini, YE (49) masih intensif dilakukan pemeriksaan, namun dari keterangan pelaku maupun korban dalam 1×24 jam ini. YE kita naikan statusnya atau ditetapkan sebagai tersangka,” tutup Kapolres Jayapura.(dsb/Tinus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 4