Kepala BI Papua : PON momentum pemulihan ekonomi sektor non tambang

Papuaunik, – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga mengatakan momentum penyelenggaraan PON XX di Papua yang akan diselenggarakan pada Oktober 2021 dinilai dapat menjadi momentum untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi Papua, khususnya sektor non-tambang.

“Secara keseluruhan, kegiatan PON diprakirakan akan membawa peningkatan PDRB sebesar Rp 1 .281,35 M atau 0,7-1,1 persen, yang dikontribusikan oleh sektor konstruksi, perdagangan, transportasi, akomodasi dan makan minum, informasi komunikasi, dan jasa Iainnya,” katanya dalam Bincang-Bincang Media (BBM) edisi September 2021 yang dilaksanakan secara virtual di Kota Jayapura, Senin (06/09).

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, kata dia, pelaksanaan PON XX diperkenankan untuk melibatkan penonton secara terbatas dengan syarat telah melaksanakan vaksinasi. Hal ini tentunya memberikan peluang dalam mendorong tambahan pendapatan, utamanya bagi sektor akomodasi makan minum, perdagangan, dan transportasi.

“Diperkirakan jika dapat mendatangkan penonton, misalnya sebanyak 10 ribu penonton domestik, maka potensi pendapatan yang dapat diterima mencapai Rp7,03 M dan tambahan Rp32,58 M untuk kedatangan 10 ribu penonton dari luar Papua,” katanya.

Namun demikian, ungkap dia, PON XX dapat membawa beberapa risiko salah satunya adalah risiko inflasi. PON XX yang diperkirakan melibatkan 20-25 ribu peserta tentunya berdampak terhadap peningkatan kebutuhan konsumsi di Papua. Merespon hal tersebut, PB PON telah melakukan antisipasi dengan mendatangkan kebutuhan pangan bagi atlet, Official dan Panitia pelaksana akan didatangkan dari luar Papua sehingga tidak mengganggu pasokan konsumsi intra Papua.

“Selain itu, TPID juga telah menetapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga sepanjang pelaksanaan PON XX. Pelaksanaan PON XX tentunya juga diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang yang positif bagi perekonomian Papua,” katanya.

Lebih lanjut Naek sampaikan bahwa potensi wisata dan produk lokal Papua diharapkan dapat lebih dikenal oleh masyarakat, serta pembangunan infrastruktur dapat menjadi pemicu pembangunan ekonomi di Papua kedepannya.

“Namun demikian, besarnya biaya pemeliharaan venue per tahun menjadi tantangan tersendiri. Sehingga demikian, perlu disusun road map pengembangan pariwisata atau sektor ekonomi daerah lainnya dengan mengakomodir penggunaan infrastruktur PON XX 2021,” katanya.

Pada akhir pemaparan
BBM edisi September 2021 yang mengusung tema utama Pekan Olahraga Nasional (PON) Sebagai Momentum Pemulihan Ekonomi Sektor Non-Tambang juga dilakukan pemberian Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) Kepedulian Sosial dalam rangka Penanganan Bencana COVID-19 kepada Satuan Tugas Penanganan Covid Kota Jayapura bagi Penyintas dan Petugas COVID-19 berupa masker, hand sanitizer, susu, vitamin dan sabun cair sebanyak 195 paket.

“PSBI tersebut telah disalurkan pada 5 Agustus 2021 kepada Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Jayapura berłempat di Rumah Sehat yang berlokasi di Kantor Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Kota Jayapura. Harapannya dengan pemberian PSBI Kepedulian Sosial ini dapat meningkatkan kesehatan masyarakat sehingga mampu menggerakkan perekonomian kembali,” katanya.(dsb/Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 2 = 8