Venue sepatu roda PON Papua masih gunakan pagar seng

Papuaunik, – Venue Cabang Olahraga (cabor) Sepatu Roda PON XX Papua menjadi arena terbaik di Asia Tenggara masih menggunakan pagar seng. Atau bertolak belakang dengan pengakuan dari perusahaan dari Italia Vesmaco Asia memberikan sertifikat berstandar internasional setelah dinilai layak oleh federasi Internasional World Skate.

Venue cabor Sepatu Roda Buper panggung penonton sebanyak 650 seat, dan memiliki panjang lintasan 200 meter. Venue cabor Sepatu Roda Buperpun telah memenuhi, standart Tata cahaya dengan  lampu lintasan berkekuatan 3000 lux  dari Belanda. 

Wakil Ketua Umum Binpres PB Porserosi Jeffry Abel, mengatakan venue cabor sepatu roda PON mendapatkan sertifikat tersebut, karena telah memenuhi kelayakan. 

“Tentunya dengan predikat yang diperoleh, venue tersebut dapat digunakan sebagai venue olimpiade, bahkan world championship lainnya,” katanya di Jayapura, Senin (30/08)

Ia menjelaskan untuk mendapatkan sematan berstandar internasional, proses pengajuan hingga disahkannya tidaklah mudah. “Proses pengerjaannya dilakukan sangat presisi atau tidak mudah, terutama serapan dana yang dibutuhkan sangat besar,” terangnya.

Ia juga memberikan catatan penting, walaupun telah memiliki kemampuan dana yang luar biasa, akan tetapi jika tidak mengikuti minimum requirement, maka venue cabor tidak akan mendapatkan sertifikat keabsahan. 

Terakhir, Jeffry berharap dengan diberikan sertifikat kelayakan, atlet sepatu roda Papua dapat lebih optimis dalam gelaran PON XX 2021. 

Kemudian terkait rencana ke depan, pihaknya akan melakukan beberapa program khusus setelah PON. 

Salah satunya penempatan Timnas Indonesia cabor Sepatu Roda, yang akan melakukan sesi latihan di Kota Jayapura, menuju Asian Games di Guangzhou China september 2022. 

“Dukungan dan doa mampu menambah pundi-pundi Emas bagi kontingen Papua terlebih pada Road to Asian Games 2022 Hangzhow China nantinya bisa terisi darii atlit atlit Papua.

Pagar Seng

Sementara itu Humas Porserosi Papua, Vanwi Roberth menegaskan Venue ini rencana akan dinamakan Klemen Tinal Rollersport Arena.

“Nama Venue ini sebagai bentuk penghargaan kepada almarhum Pak Kelemen Tinal atas jasanya di cabang olahraga sepatu roda Indonesia dan juga di Papua,” bebernya.

Bahkan kata Vanwi, berkat kerja keras dan kepemimpinan Almarhum Klement Tinal, Indonesia pernah menyumbang 4 keping medali pada  Asian Games 2018. 

Ia pun berharap adanya upaya pemerintah dalam memperhatikan Venue PON XX yang telah mendapatkan sertifikat berstandar Intenasional dan terbaik di Asia Tenggara.

“Saya harapkan pemagaran keliling dapat dilakukan secara baik dan propirsional jangan dari seng almunium seperti ini. Apalagi atlet terbaik se Indonesia akan datang melihat  langsung arena ini. Miris liatnya,” bebernya.

Sementara itu, Venue Manager Cabor sepatu roda, Hengky Mandag juga menambahkan agar lintasan 42 Km di jembatan Youtefa juga harus menjadi atensi PB PON XX dan Pemerintah daerah.

“Jenis olah raga ini masuk sebagai Red Sign Sport yg memiliki resiko accident cukup tinggi, dengan kondisi jalan seperti cukup berpengaruh,” terangnya.(dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + = 23