Tokoh agama imbau warga tidak terprovokasi kasus Merauke

Papuaunik, – Tokoh agama di Kota Jayapura, Provinsi Papua mengimbau kepada segenap elemen masyarakat untuk bersikap bijak dengan tidak terprovokasi kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI AU di Kabupaten Merauke.

Demikian ajakan ini disampaikan oleh Pdt Marthen Maury, S.Th selaku Ketua Klasis Kingmi Kota Jayapura, Kamis (28/07) menanggapi kasus aniaya yang menimpa warga sipil di kota rusa, Kabupaten Merauke, Papua.

“Harapan saya selaku Ketua Klasis Kingmi di Kota Jayapura, agar warga ataupun mahasiswa tidak melakukan aksi demo yang berlebihan. Kasus di Merauke itu sedang ditangani, apalagi saat ini masa pandemi COVID-19,” harapnya.

“Kita harus jaga protokol kesehatan, dan saya juga mau meneruskan himbauan dari Pak Gubernur Papua Lukas Enembe agar masyarakat jangan terprovokasi dengan tidak melaksanakan demo, biar kami dari pimpinan agama yang akan menyampaikan aspirasi tuntutan kepada pemerintah,” sambungnya.

Kini, kata dia, pihak Gereja Katholik telah meminta saran tentang kasus penganiayaan yang menimpa salah satu umat mereka di Merauke kepada Gereja Kingmi, dan Persekutuan Gereja-Gereja Sekota Jayapura (PGGS) karena Gereja Katolik adalah rekan dalam misi pelayanan di Tanah Papua.

“Pihak gereja hanya menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada pihak aparat TNI dan pemerintah supaya para pelaku penganiayaan di Merauke di proses secara hukum yang berlaku sehingga memiliki rasa keadilan,” katanya.

Ia mengakui bahwa perbuatan yang sangat tidak manusiawi dilakukan oleh kedua oknum TNI AU dan telah menyakiti hati orang-orang Papua, apalagi sampai kepala orang yg mengalami disabilitas di injak-injak dengan sepatu PDL.

“Masalah ini memang terjadi spontan dan pimpinan TNI AU sudah bergerak menyelesaikan kasus ini dengan cepat, apalagi sudah meminta maaf kepada seluruh masyarakat Papua. Namun harus transparan proses hukum kepada kedua oknum anggota itu supaya semua menjadi terang benderang bagi semua orang Papua,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa Gubernur Lukas Enembe juga sudah memberikan himbauan kepada semua masyarakat Papua lewat media massa dan mengapresiasi tindakan tanggap dari pimpinan TNI AU yang dengan cepat menyelesaikan masalah ini dengan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Papua lebih khusus masyarakat di Merauke.

“Tapi juga Gubernur Lukas Enembe menyampaikan kepada semua masyarakat agar tenang dan jangan mudah diprovokasi dengan kasus tersebut,” tegasnya.(dsb/Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 + = 22