4G dan internet di Papua jauh tertinggal dibandingkan Pasifik Selatan

Papuaunik, – Signal 4G guna menyokong selancar di dunia maya atau internet di Provinsi Papua dinilai jauh tertinggal dari negara tetangga yang ada di kawasan Pasifik Selatan, dimana jaringan serat optik dalam laut untuk melayani 4G dan internet warga disana cukup memadai.

Papua sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan Papua Nugini (PNG), negara yang berbatasan langsung dengan Provinsi Papua. 

Jaringan serat optik PNG terkoneksi langsung dengan Sydney, Vanuatu, Tonga, Hawaii, dan Guam.

Jaringan 4G di Papua, sinyal kuat hanya dapat dijumpai di kota-kota padat penduduk seperti Kota Jayapura, Kota Timika, Kota Merauke, Kota Manokwari, dan Kota Sorong.

Sedangkan kabupaten-kabupaten lainnya, jaringan internet tidak secepat di Kota Jayapura, pada umumnya masih mengandalkan 2G, itupun hanya terbatas di ibukota kabupaten atau distrik yang dekat dengan ibukota kabupaten, jauh dari ibukota kabupaten, sangat sulit dijumpai sinyal internet, warga hanya mengandalkan telepon seluler yang hanya bisa sms dan telp saja. 

Hari Suroto, arkeolog senior Papua mengaku Untuk beberapa tempat tertentu, warga kadang mendapatkan sinyal telpon, harus naik puncak bukit yang tinggi di tengah hutan.

“Untuk daerah di pedalaman yang tidak terjangkau jaringan telepon 2G, warga dalam berkomunikasi sangat mengandalkan radio SSB (Single Side Band), tower SSB ini hanya terdapat di kantor distrik (kecamatan) atau di rumah petugas lapangan terbang perintis,” katanya.

Petugas distrik menggunakan radio SSB untuk berkomunikasi dengan pihak terkait di ibukota kabupaten, petugas lapangan terbang berkomunikasi menggunakan radio SSB dengan pilot pesawat kecil atau operator penerbangan perintis di Bandara Sentani.

SSB ini merupakan sistem komunikasi dengan gelombang radio berfrekuensi VHF-AM untuk sipil dan VHF-FM untuk militer.

Melalui komunikasi dengan radio SSB petugas lapangan terbang perintis dapat mengarahkan pesawat kecil. Melalui radio SSB, petugas dari Bandara Sentani menanyakan keadaan cuaca di pedalaman untuk mengetahui apakah pesawat bisa mendarat atau tidak.

“Radio SSB juga sangat bermanfaat dalam pelaporan penyelenggaraan pemilu di pedalaman,” ujarnya.

Radio SSB juga sangat membantu tenaga medis yang ada di puskesmas di pedalaman, mengabarkan stok obat-obatan serta alkes lainnya, jika stok menipis maka minta untuk dikirim segera.

“Radio SSB juga sangat menolong sekali kalau ada warga yang sakit, sehingga butuh segera dievakuasi darurat menggunakan pesawat kecil,” tutup Hari.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

24 + = 31