Surat kepada Panglima TNI dan Kapolri

Kepada Yth. Panglima TNI, Kapolri, KASAD, dan Kepala BIN. Kami mohon, pertimbangkanlah penempatan personel pada berbagai jabatan strategis di Papua. Kami mohon, tempatkanlah orang-orang yang berkepribadian baik dan peka pada permasalahan Papua. Penempatan perwira yang kurang tepat dapat membuat persoalan Papua semakin runyam.

Yth. Panglima TNI, Kapolri, KASAD, dan Kepala BIN. Kami tidak bermaksud mengintervensi kewenangan Panglima TNI, Kapolri, KASAD, ataupun Kepala BIN. Namun, kami berharap agar para perwira yang ditempatkan bisa membawa kesejukan di Papua. Hal ini bukan ditentukan oleh pangkat yang telah memenuhi syarat, tetapi lebih karena hati nurani luhur dan kesediaan untuk melayani rakyat Papua.

Kami tahu bahwa Bapak Presiden Joko Widodo sangat mempertimbangkan masukan dari para petinggi TNI dan POLRI menyangkut soal Papua. Oleh sebab itu, kami mohon agar masukan yang diberikan bukan sekedar saran yang bersifat normatif atau bersifat jangka pendek saja.

Saran seperti itu hanya menyelesaikan persoalan sesaat, tetapi malah menjadi bumerang di kemudian hari. Kami berharap, kepedulian nyata terhadap rakyat Papua tercermin dalam tindakan TNI dan POLRI sehingga dapat terus memenangkan hati, kepercayaan, dan cinta rakyat Papua.

Yth. Panglima TNI, Kapolri, KASAD, dan Kepala BIN. Kami mohon, jangan hanya melihat loyalitas seorang perwira kepada atasan tetapi yang terpenting adalah bagaimana yang bersangkutan bisa mendapatkan kepercayaan dan memenangkan hati rakyat Papua. Kami berharap agar para perwira yang dicintai rakyat Papua dapat ditempatkan pada jabatan strategis di Papua dan bukan mereka yang tidak paham dan kurang memiliki empati.
Contoh pembelajaran yang baik adalah Jenderal Acub Zainal dan Jenderal J.B. Wenas. Keduanya dikenal sebagai perwira yang loyal kepada NKRI serta dicintai rakyat Papua. Keduanya berhasil menetapkan standar dan code of conduct perwira TNI/POLRI di Papua.

Sebagai alumni Universitas Pertahanan RI, saya cukup prihatin dengan kondisi marginalisasi Papua. Apabila fokus TNI/POLRI adalah menjaga Papua tetap dalam bingkai NKRI, maka tugas utama aparat TNI/POLRI adalah mengatasi masalah marginalisasi. Hal ini dapat mengendalikan keinginan sebagian rakyat Papua yang ingin memisahkan diri dari NKRI.

Oleh sebab itu, perwira dengan hati nurani luhur, peka, mampu berempati, dapat menjadi panutan, serta mau melayani menjadi kriteria utama personel yang ditugaskan di Papua. Karena selain dapat memberikan contoh bagi bawahannya, para pejabat ini juga diharapkan memiliki kedekatan hati dengan rakyat Papua serta tidak sekadar menjalankan tugas.

Yth. Panglima TNI, Kapolri, KASAD, dan Kepala BIN. Kami berharap Papua dapat menjadi daerah yang berkontribusi pada NKRI yang damai, maju, dan sejahtera. Kami berharap, dengan percepatan pembangunan yang ada, Papua bisa lebih berperan serta dan menjadi barometer pembangunan Indonesia bagian timur. Oleh sebab itu, kami memerlukan perwira dapat bersama kami untuk mewujudkan semua harapan itu.

Salam dari Papua, Habelino Sawaki (Alumni Universitas Pertahanan RI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 47 = 50