Problem marginalisasi OAP sangat serius

Problem marginalisasi OAP adalah problem yang sangat serius. Jangan menganggap sepele persoalan ini.

Karena itu dibutuhkan pemimpin daerah yang sungguh-sungguh di tiap daerah sehingga mampu mengatasi soal ini dengan tetap mengupayakan pelaksanaan pemerintahan daerah sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik.

Sebagai contoh kabupaten Jayawijaya. Saya berharap pemimpin daerah kabupaten Jayawijaya mendatang adalah anak asli baliem yang tegas (sehingga mampu menerapkan asas-asas umum pemerintahan yang baik) tetapi penuh kasih (mampu melayani segenap rakyat dengan tetap fokus atas persoalan marginalisasi).

Pemimpin Jayawijaya mendatang jangan sampai pemimpin yang mengkotak-kotakan rakyat. Memperhatikan tim sukses dan menganaktirikan kelompok yang kritis. Jika pemimpin Wamena seperti itu maka lama kelamaan sikap kritis dari rakyat atau kaum intelektual akan hilang karena kawatir dipersulit oleh kepala daerah. Jika demikian pembangunan daerah bisa seenaknya karena matinya sikap kritis.

Pemimpin Jayawijaya harus berjiwa besar sehingga mampu melihat kekritisan sebagai potensi yang perlu dirangkul sehingga pembangunan dapat terus berlangsung tetapi marginalisasi bisa teratasi.

Membangun Jayawijaya dan membangun orang Jayawijaya adalah dua hal yang berbeda. Bisa saja bangunan fisik terus dibangun tetapi masyarakat asli semakin tersisih.

Untuk itulah saya berharap rakyat Jayawijaya bisa jeli melihat pemimpin Jayawijaya masa depan dengan mata hati. Lihat dan pilih yang cerdas tetapi penuh kasih. Pilih pemimpin yang punya hati sehingga Jayawijaya bukan dijadikan ladang oligarki tetapi tempat bagi semua.

Habelino Sawaki, SH., MSi (HAN), Pemerhati pemerintahan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 30 = 34