Binmas Noken Satgas Newangkawi gelar trauma healing untuk anak-anak di Ilaga

Papuaunik, – Upaya mengembalikan psikologis bagi masyarakat pasca kontak tembak antara pasukan TNI-Polri dengan kelompok teroris di Kampung Tagaloa, Wuloni dan Mayuberi, Kabupaten Puncak, Papua, terus dilakukan personel TNI-Polri.

Trauma healing diberikan terutama kepada anak-anak. Tak hanya itu, bantuan berupa 1.000 paket sembako juga diberikan kepada masyarakat yang tersebar di 10 titik di Distrik Ilaga.

Sebagian masyarakat Kampung Tagaloa, Wuloni dan Mayuberi, saat ini sedang mengamankan diri di Distrik Ilaga, menyusul keberadaan kelompok teroris pimpinan Lekagak Talenggeng yang sedang diburu pasukan TNI-Polri.

Upaya pengembalian psikologis atau trauma healing dan pemberian paket sembako ini dilakukan personel Binmas Noken Polri yang tergabung dalam Operasi Nemangkawi, dan personel Kodim 1714/PJ Ilaga, di Depan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Rabu (19/05)

Raut wajah anak-anak begitu ceria manakala mereka diajak bernyanyi lagu rohani bersama oleh personel Binmas Noken Polri.

Tak hanya bernyanyi lagu rohani, anak-anak ini juga diajak bermain bersama mainan pesawat terbang yang dibuat dari kertas, serta permainan ringan hingga membuat suasana menjadi riang gembira.

Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy mengatakan, kegiatan yang dilakukan Satgas Nemangkawi sebagai upaya menghilangkan trauma khususnya anak-anak pasca kontak tembak TNI-Polri dengan kelompok teroris di Kampung Tagaloa, Wuloni dan Mayuberi pada minggu lalu.

Disamping itu, kegiatan bhakti sosial ini sekaligus sebagai upaya soft aproach pendekatan kepada masyarakat di tiga distrik di Kabupaten Puncak.

“Anak anak begitu ceria dengan kehadiran kakak-kakak binmas Noken satgas Nemangkawi,” kata Kombes Iqbal.

Ibu Yorina Tabuni mengaku sangat bahagia melihat anak-anak kembali terlihat ceria. Dia juga merasa senang mendapatkan bantuan sembako.

Ibu Yorina menuturkan terpaksa harus mengamankan diri ke Kampung Kimak dari Kampung Mayuberi, menyusul keberadaan
orang-orang yang mengganggu kamtibmas dengan membakar sekolah, perumahan dan fasilitas pemerintah serta rumah penduduk.

“Saya takut, jadi saya mengamankan diri dari Kampung Mayuberi ke Kampung Kimak. Saya berada di tempat ini sudah 3 minggu,” ujar Ibu Yorina.

Ibu Yorina berharap pemerintah dapat segera membangun fasilitas pendidikan yang telah dibakar agar anak-anak dapat mengenyam pendidikan kembali.

Senada dengan Ibu Yorina. Bapak Alpius Waker selaku Sekertaris Kampung Mayuberi berharap kepada pemerintah dapat segera membangun kembali fasilitas sekolah dan fasilitas umum yang dibakar agar kegiatan masyarakat kembali berjalan seperti sediakala.

Dia juga mengharapkan, kedepannya personel TNI-Polri dapat membantu dalam mengajar anak-anak yang berada di tempat ini.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada TNI-Polri yang utamanya kepada Binmas Noken,” kata Bapak Alpius, sembari apa yang diharapkan dapat direalisasi pemerintah.

Salah satu Tokoh Gereja KINGMI di Kampung Amungi, Distrik Ilaga, Pendeta Isak Dewelek meminta agar pemerintah kembali membangun fasilitas yang telah dirusak oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Sementara Bapak Penius Pegelek, seorang pegawai di Distrik Ilaga menyampaikan bahwa penyebab masyarakat mengamankan diri di Kampung Kimak karena takut adanya gangguan dari orang-orang yang membuat onar di kampung mereka.

“Saya berharap pembangunan di Kabupaten Puncak agar terus dilakukan, seperti sekolah, fasilitas kesehatan, jalan dan lainnya,” kata Bapak Penius.(dsb/Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 − = 11