Polisi ungkap dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Boven Digoel

Papuaunik, – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Boven Digoel berhasil mengungkap dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Kabupaten Boven Digoel TA 2016 dan 2017 dengan total kerugian negara sebesar Rp.1.546.500.000

Dalam press release pengungkapan kasus tindak pidana korupsi yang dipimpin oleh Kapolres Boven Digoel AKBP Syamsurijal, SIK di Mapolres, Kamis (29/04)

mengatakan pihaknya berhasil mengamankan tersangka AD yang diduga melakukan tindak pidana korupsi berupa penyalahgunaan dana insentif guru SD di daerah sangat terpencil pada Dinas Pendidikan Boven Digoel TA 2016 dan 2017.

“Dari hasil penyidikan, berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21 oleh Pengadilan Negeri Merauke yang selanjutnya diserahkan ke Pengadilan Negeri Merauke,” katanya.

Berdasarkan laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara oleh BPKP Perwakilan Provinsi Papua 31 Juli 2019 terkait dana insentif guru SD di daerah sangat terpencil Kabupaten Boven Digoel tahun 2016 dan 2017 adanya penyimpangan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1.546.500.000 (satu milyar lima ratus empat puluh enam juta lima ratus ribu rupiah).

“Tersangka AD dikenakan Pasal Primer pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 UU RI No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo pasal 65 KUHP, Subsidair pasal 3 Jo pasal 18 UU RI No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo pasal 65 KUHP,” ujarnya.

Adapun modus operandi, ungkap Kapolres, yang digunakan tersangka yakni dengan memerintahkan Bendahara Dinas Pendidikan tahun 2016 dan 2017 untuk menyetorkan dana insentif tersebut ke rekening Bidang Pendidikan Dasar, apabila dana tersebut sudah dilakukan pemindahbukuan dari kas Daerah ke rekening Dinas Pendidikan segera dicairkan.

“Setelah dana tersebut sudah masuk pada rekening Bidang Pendidikan Dasar, tersangka mencairkan dana tersebut kemudian menyalurkan sebagian kepada penerima dan sebagian digunakan untuk kepentingan pribadi. Perbuatan tersangka tersebut dilakukan ditahun yang berbeda yaitu tahun 2016 dan 2017,” jelasnya.

Kondisi wilayah Kabupaten Boven Digoel secara geografis merupakan daerah perbatasan dengan memiliki karakter tersendiri dalam tahap pembangunan, terutama pembangunan Sumber Daya Manusia yang dapat tercapai dengan baik bila hak-hak guru dan anak pelajar dipenuhi.

“Kejadian ini merupakan pelajaran khusus agar kita semua saling mengontrol penyaluran hak-hak kepada para pejuang kemajuan di Papua terutama dalam peningkatan pembagunan SDM.

Kami berpesan kepada para pemangku amanah yang diberi jabatan oleh negara ataupun daerah agar melaksanakan amanat ini dengan sebaik-baiknya dalam menjalankan membangunan SDM di bidang pendidikan terutama di tingkat dasar yang perlu pendampingan dan atensi khusus,” katanya.

“Bagaimana kita mau membangun kalau anggaranya pendidikan di kebiri atau dipotong. Para pendidik kita semua pasti tau sudah ada SOP di masing-masing bidang apabila orang tersebut tidak melaksanakan tugas pastinya sudah ada aturan yang mengatur jangan tambah disalahgunaan hal ini sangat disayangkan semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga dan kedepan tidak terjadi lagi,” katanya lagi.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

90 − = 88