BTM minta Persipuramania menahan diri, tidak perlu demo

Papuaunik, – Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM) meminta kepada segenap elemen suporter Persipuramania dan simpatisan untuk tidak menggelar aksi demo terkait keputusan KONI yang menolak penggunaan Stadion Mandala untuk dijadikan home base saat laga play off AFC 2021.

“Saya sangat memahami apa yang dirasakan oleh suporter dan masyarakat pecinta Persipura, kita punya kesedihan yang sama, kita punya kekecewaan yang sama, kita juga sama-sama kaget dan heran atas keputusan itu,” katanya dalam siaran pers di Kota Jayapura, Rabu.

“Tetapi, saya mohon dengan sangat kepada teman-teman untuk bisa menahan diri, kita semua anak-anak Tuhan, harus bisa menahan diri ya, saya yakin dan percaya Tuhan Kita Sangat Baik, Tuhan akan berikan jalan keluar untuk Persipura dan kita semua.

Untuk itu, saya selaku Ketua Umum Persipura memohon agar seluruh suporter dan pecinta Persipura dapat menahan diri untuk tidak lakukan demo,” sambungnya.

Menurut orang nomor satu di Kota Jayapura itu, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan terkait kondisi kekinian, di antaranya masih dalam suasana pandemi COVID-19 dan dalam suasana persiapan jelang PON serta saudara-saudari yang muslim sedang beribadah puasa.

“Mari kita jaga suasana ini untuk tetap dingin, demi kebaikan kita bersama. Sekali lagi saya mohon kepada seluruh elemen suporter untuk tidak lakukan demo saat ini.

Memang kita merasa janggal dengan keputusan KONI tersebut, karena sebelumnya sudah ada penyampaian ke kami kalau diijinkan, bahkan kami diminta untuk main di Stadion Lukas Enembe, dan tiba-tiba sekarang tidak diijinkan,” katanya.

“Dengan dua alasan yang menurut kami kontradiktif, yang pertama sedang direhab, yang kedua dipakai untuk latihan. Loh, sedang di rehab kok bisa dipakai latihan ? Dan juga selama dua minggu ini kan Persipura diijinkan latihan disana. Selama latihan kami tidak lihat ada pekerjaan, yang kami tahu semua sudah tuntas, ini yang menurut kami juga aneh,” lanjutnya.

Mengenai hal ini, mantan Kadispenda Kota Jayapura dan Kadistrik Abepura itu menegaskan bahwa apapun keputusan KONI perlu disikapi dengan bijak dan kepala dingin. Atau disikapi dengan dialog yang hadiri oleh perwakilan guna mencegah terjadinya penyebaran virus corona.

“Tetapi jangan kemudian kita marah dan ribut, jangan ya. Kita sebagai manusia bisa sedih dan kecewa tapi saya minta tolong jangan ribut, mari kita tunjukkan bahwa kita cerdas dan punya kemampuan untuk mencari solusi tanpa keributan, saya minta teman-teman untuk tidak demo,” katanya.

“Kalau bisa silahkan dialogis, atau audiens dengan protokol kesehatan yang ketat, jangan ramai-ramai. Kalau bisa beberapa perwakilan saja, kita harus tetap jaga citra baik karena kita adalah tuan rumah PON. Kalau kita ribut terus, kontingen-kontingen yang mau datang nanti takut, khawatir dan tidak tenang, karena tuan rumah ribut terus, kita harus jaga suasana dan dinamika yang positif, kita harus berikan rasa percaya, rasa aman dan tentram untuk calon tamu-tamu kita di PON nanti,” katanya.

BTM menegaskan lagi soal PON, bahwa manajemen Persipura mendukung pelaksanaan iven olah raga empat tahunan itu, dengan harapan bisa berjalan aman dan sukses serta meraih prestasi yang tinggi.

“Kami dari Manajemen Persipura Jayapura pasti mendukung PON. Saya ini Wali Kota Jayapura, saya tuan rumah disini, semua orang yang masuk wilayah ini adalah tamu saya, kalau kita ribut-ribut kan nanti kacau, kita juga yang malu. Jadi, janganlah, kita sebagai pimpinan juga jangan memperkeruh keadaan, mari kita lebih tenang dan berpikir baik,” pintanya.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan Stadion Mandala sebagai home base untuk laga play off AFC 2021 karena sudah pernah diverifikasi sebagai lapangan yang layak dipakai untuk pertandingan internasional.

“Sejujurnya kami juga tidak mau ganggu Mandala kalau ada alternative lapangan lain, sayangnya tidak ada, sehingga Mandala yang kami daftarkan ke AFC, dan itu hanya untuk AFC saja, karena kami tidak mau ganggu PON, kami mau PON sukses, kami sudah pertimbangkan itu jauh-jauh hari,” katanya.

“Tapi kasus AFC ini kan beda, karena verifikasinya sangat ketat dan AFC tidak ada toleransi. Jadi, kita daftarkan Mandala karena sudah pernah lolos verifikasi AFC, dan hanya dipakai dua hari saja yaitu 18 dan 19 Mei 2021. Kami juga yakin kalau AFC main di Mandala bisa jadi ajang promosi untuk PON Papua juga, karena ini skala internasional, gaungnya lebih besar,” katanya lagi. (Media Officer Persipura/Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 16 =