Polres Sarmi gelar dua perkara yang berbeda

Papuaunik, – Satuan Reskrim Polres Sarmi menggelar dua perkara yang berbeda, yakni kasus perzinahan dan penghasutan.

Kapolres Sarmi AKBP Hapry Lanudjun, S.Sos, MM didampingi sejumlah perwira serta penyidik reskrim Polres mengatakan kasus yang digelar di antaranya perzinahan sesuai dengan laporan polisi nomor : LP/57/X/YAN.6.2./2020 tanggal 04 Oktober 2020 dan kasus penghasutan sesuai dengan laporan polisi nomor : LP/63 / XI /YAN.6.2./2020 tanggal 12 November 2020.

“Tujuan dilaksanakannya gelar perkara adalah untuk mengevaluasi dan menguasai masalah yang berada dalam penyidikan, perkembangan yang berhasi,” kata Kapolres ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Selasa (27/04).

“Dan upaya penyelesaian penyidikan dalam menentukan rencana penindakan lebih lanjut serta memastikan terpenuhinya unsur pasal yang dipersangkakan serta memastikan kesesuaian antara saksi, tersangka, dan bukti bukti dengan pasal yang dipersangkakan,” sambungnya.

Dalam gelar perkara, kata dia, juga menyampaikan maksud dan tujuan dilakusanakannya gelar perkara berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa fungsi gelar perkara dalam penyidikan tindak pidana merupakan salah satu upaya untuk membantu penyidikan dalam memberikan gambaran yang objektif dan jelas akan status hukum dan aspek hukum suatu permasalahan bagi penyidik pada suatu kasus yang menurut penilaian penyidik.

“Terkait dengan kasus perzinahan agar dicari saksi yang melihat atau mengetahui aktifitas kegiatan tersangka berdua saat berada di dalam kamar hotel (BAP), tambahan bagi saksi sehingga dapat memperkuat bukti-bukti tersebut,”lanjut Kapolres sarmi

Untuk kasus perzinahan, Kapolres minta agar pasal yang dipersangkakan sudah memenuhi unsur-unsur pasal tersebut sehingga tidak menjadi permasalahan saat ditangani oleh kejaksaan.

Sementara itu, Kabag Ops Polres sarmi AKP I Komang YWK, SIK dalam gelar perkara memberikan masukan agar pasal yang di persangkakan kepada tersangka (pria) disertakan dengan akta nikah selain itu dokumentasi TKP perlu ditambahkan di dalam berkas perkara serta riwayat percakapan hanphone dari kedua tersangka.

“Yang perlu dicek kembali sehingga bisa dijadikan acuan dalam proses hukum ke depannya,” ucap AKP Komang.

Untuk kasus penghasutan masih dalam tahap penyelidikan dan berdasarkan hasil gelar perkara, maka kasus penghasutan akan di lakukan koordinasi kepada saksi ahli sehingga kasus tersebut dapat di selesaikan dengan baik.(Humas Polres Sarmi/Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

37 − = 36