Dua jam menunggu pengiriman jenazah, Pemkab Mamberamo Raya diminta perhatian

Papuaunik, – Jenazah almarhumah Siana Tasti yang rencananya mau dikirim ke Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya harus menunggu selama dua jam di maskapai Alda Air, di Salatiga Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (26/4) pagi.

Hal tersebut menimbulkan kekecewaan bagi pihak keluarga almarhumah. Sehinga salah satu perwakilan pihak keluarga, yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa karena menunggu terlalu lama.

Pihak keluarga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya bisa melihat persoaln seperti itu dan tidak terulang kembali.

“Tentunya kami sangat marah dan kecewa terhadap hal yang kami alami. Untuk itu, kami minta kepada Pemkab Mamberamo Raya memperhatikan hal ini supaya jangan terulang kembali kepada sodara-sodara kita yang lainnya lagi,” ujarnya.

Pihhaknya juga meminta kepada maskapai untuk memberikan pelayanan yang terbaik terhadap proses pengiriman jenazah, karena pada saat ini keluarga sedang berduka dan tidak baik jika dibiarkan menunggu lama.

Sementara itu, Flight Operation Alda Air, Iwan menjelaskan, terjadinya keterlambatan proses pengiriman jenazah itu dikarenakan adanya uji kelayakan penerbangan yang dilakukan oleh pihak karantina. Yang mana nantinya pihak karantina akan mengecek penyebab kematian dan petinya layak atau tidak, berserta kelengkapan dokumennya.

“Perlu kita ketahui bersama bahwa, untuk pengangkutan jenazah itu sebelum dikirim terlebih dahulu harus ke karantina dulu untuk diperiksa, apakah jenazah tersebut layak untuk diterbangkan atau tidak. Terjadinya proses pengiriman lama itu disebabkan karena adanya salah satu suratnya bermasalah sehingga haus diperbaiki dulu. Oleh sebab itu terjadi proses pengiriman yang lama,” bebernya.

Sehingga yang didahulukan adalah melayani penumpang agar tidak terjadi penumpukan atau keramaian. Sementara, jenazah yang akan diterbangkan diarahkan ke pihak Karantina untuk proses dokumen dan kelayakan, setelah itu baru bisa melakukan proses pengiriman jenazah.

“Sebenarnya untuk proses pengiriman kami sangat siap, yang mana sebenarnya itu kami sudah dihubungi dari hari Sabtu dan Minggu tetapi dibatalkan juga. Sehingga baru hari Senin ini kita proses,” jelasnya.

Ia berharap, hal tersebut harus dipahami baik, agar jangan terjadi kesalahpahaman, dan dirinya juga mengucapkan permohonan maaf kepada keluarga almarhum jika ada hal-hal yang menyinggung perasaan.(Tinus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + 3 =